TABLOIDELEMEN.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 2 Karangreja, Azan Hendarto Sutanto, terus memompa semangat para siswa yang menghadapi masa sulit usai bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Ia meminta seluruh anak didiknya tetap tabah dan tidak menyerah pada keadaan meski bencana merusak tempat tinggal mereka.
“Tetap tabah, tangguh, tidak larut dalam kesedihan. Tentunya harus ikhlas dan bangkit dengan keyakinan bahwa rencana Tuhan jauh lebih baik setelah kesulitan,” ujar Azan pada Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi sekolah saat ini mencerminkan dampak nyata dari bencana tersebut.
Berdasarkan data kehadiran Selasa pagi, sebanyak 415 siswa hadir dari total keseluruhan 529 pelajar.
Sebanyak 114 siswa absen dari kegiatan belajar mengajar di sekolah karena faktor akses dan kerusakan tempat tinggal.
“Hari ini ada 114 siswa tidak hadir mengikuti pembelajaran di sekolah. Ketidakhadiran mereka karena rumahnya terdampak bencana tanah longsor dan banjir bandang. Tercatat terdapat siswa yang terdampak sebanyak 95 orang,” tuturnya menjelaskan situasi terkini.
Sebanyak 72 siswa saat ini menghuni sejumlah titik pengungsian, mulai dari Villa Serang, Rumah Qur’an, hingga kediaman kerabat.
“Beberapa di antaranya bahkan kehilangan tempat tinggal akibat timbunan material longsor dan terjangan batang pohon dan batu besar yang hanyut saat banjir bandang menyapu pemukiman,” katanya.
Pacu Semangat Siswa Korban Bencana
Merespons kondisi ini, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan mengunjungi lokasi pengungsian.
“Kemarin kami bersama jajaran guru langsung menyalurkan paket bantuan serta memberikan pendampingan psikologis agar para siswa tetap bersemangat belajar,” katanya.
Pihak sekolah juga menerapkan teknik Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara adaptif bagi siswa yang masih berada di pengungsian.
Mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah menyalurkan jatah makanan hanya kepada siswa yang hadir di kelas.
“Untuk MBG siswa yang tidak hadir, kami kembalikan,” kata Azan menegaskan prosedur distribusi logistik harian tersebut.
Bencana yang melanda kawasan lereng Gunung Slamet ini bermula dari hujan ekstrem dan angin ribut pada Jumat 23 Januari 2026 malam hingga Sabtu 24 Januari 2026dini hari.
Aliran sungai membawa material hutan berupa batu besar, kayu, dan lumpur yang menyapu Desa Kutabawa, Desa Serang, hingga mencapai Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News

















