Pemerataan Pendidikan Keagamaan di Wilayah Pekalongan Selatan
Kepala Desa Limbangan Rendy Subianto mengharapkan perhatian khusus terkait kelengkapan sarana fisik gedung sekolah.
Bantuan pemerintah daerah sangat membantu mempercepat pembangunan desa.
“Tidak banyak yang saya ucapkan. Yang penting untuk kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Limbangan, tadi Pak Profesor sedikit menyampaikan terkait Limbangan ini ada banyak pendidikan yang masih kurang, yaitu gedung-gedung yang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Rendy optimis kehadiran pimpinan daerah mampu membawa perubahan positif.
“Desa Limbangan berpotensi tumbuh menjadi kawasan yang lebih maju, tenteram, dan sejahtera,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Asy-Sya’roni, K.H. Sam’ani Sya’roni mengungkapkan alasan utama pendirian lembaga ini.
selatan Pekalongan membutuhkan penguatan dakwah serta pembinaan umat secara terpadu.
“Di desa ini masih tertinggal dari sisi keagamaan. Karena ini Pekalongan yang selatan, kegiatan keagamaan itu kebanyakan tokoh-tokohnya, kiai-kiainya juga di utara,” tutur Sam’ani.
Inisiatif lokal ini merangkul seluruh tingkatan usia, mulai anak-anak hingga kelompok lanjut usia.
Strategi ini memastikan keberlanjutan pembinaan karakter umat secara menyeluruh.
“Nah, sini masih langka, maka saya coba untuk memulai seadanya di kampung ini. Kita baru merintis Majelis As-Sya’roni ini,” katanya.
“Kita mulai dari atas dan bawah. Dari bawah kita mulai dari TK, dari anak-anak kecilnya untuk generasi penerusnya,” katanya.
“Dan yang sepuh-sepuh juga kita mulai dengan majelis zikirnya ini. Nanti dari atas dan dari bawah ini ketemu kepada yang muda-muda,” pungkas Sam’ani.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita














