Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga Rayakan Usia 23 Tahun

Museum Prof.Dr.R.Soegarda Poerbakawatja berada di Jalan Ir. Soekarno alun-alun Purbalingga, tepatnya sisi utara gapura Pendapa Dipokusumo.
Museum Prof.Dr.R.Soegarda Poerbakawatja berada di Jalan Ir. Soekarno alun-alun Purbalingga, tepatnya sisi utara gapura Pendapa Dipokusumo.

TABLOIDELEMEN.com – Museum Prof.Dr.R.Soegarda Poerbakawatja kini menginjak usia 23 tahun sebagai pusat pelestarian sejarah Kabupaten Purbalingga.

Fasilitas ini menjadi museum umum pertama milik Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga.

Gagasan pendirian muncul dari Bupati Purbalingga periode 2000-2010, Drs. Triyono Budi Sasongko, M.Si., demi menyelamatkan temuan artefak daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Drs. H. Mardiyanto, meresmikan museum tersebut pada 24 April 2003.

Nama museum ini merujuk pada tokoh pendidikan kelahiran Desa Prigi, Kecamatan Padamara, Purbalingga. Prof. Soegarda terkenal sebagai pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Cendrawasih di Papua yang berkiprah sejak 1921.

Bacaan Lainnya
Milo

“Almarhum ini tokoh pendidikan. Kebanggaan kami masyarakat Purbalingga. Sosok ini bukan Bupati Purbalingga lho ya,” kata Staf Museum, Anita Ika Cahyani, Jumat 24 April 2026

Lokasi museum berada di Jalan Ir. Soekarno alun-alun Purbalingga, tepatnya sisi utara gapura Pendapa Dipokusumo.

Museum ini mengemban visi sebagai pusat informasi budaya demi mencerdaskan bangsa serta mendukung sektor pariwisata daerah.

Falsafah Soegarda Poerbakawatja

Sebelum masuk museum, pengunjung akan menjumpai tulisan mengenai falsafah kesempurnaan hidup manusia dalam budaya Jawa.

Falsafah tersebut meliputi kepemilikan wisma, pusaka, wanita, turangga, serta kukila. Museum mencoba mengingatkan kembali akar budaya masyarakat agar tetap selaras dengan perkembangan zaman modern.

Patung Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menyambut setiap tamu yang masuk ke ruang utama.

Tokoh kebanggaan Purbalingga tersebut lahir pada 15 April 1899 dan menutup usia pada 7 Desember 1984.

Jasa besarnya dalam dunia pendidikan tanah air menjadi inspirasi utama bagi pengembangan museum ini.

Pemandu museum yang menguasai sejarah siap memberikan penjelasan mendalam mengenai ribuan benda koleksi.

Saat ini, pengelola mencatat total 1.504 koleksi sejarah yang menjadi aset berharga daerah.

Sebanyak 1.209 koleksi tersimpan di gedung utama, sementara sisanya menempati Museum Uang sebagai bagian dari pengembangan informasi.

Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, museum terus mengembangkan potensi koleksi menjadi data yang bermanfaat bagi publik.

Promosi gencar kepada masyarakat bertujuan agar nilai-nilai sejarah tetap hidup dalam ingatan kolektif warga Purbalingga.

Upaya profesional ini memastikan museum tetap menjadi destinasi edukasi budaya yang relevan bagi generasi mendatang.

Pos terkait

Milo