Dwi Hatmoko

Mengenal Kelas Berwawasan Sejarah Bertema Panglima Besar Jenderal Soedirman di SMP Negeri  2 Purbalingga

Penerapan nilai-nilai kesejarahan dalam pendidikan terangkum dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sesuai nafas revolusi mental yang sedang dan terus dilakukan pemerintah.

PPK melalui nilai sejarah dapat dilakukan melalui cara berbasis kelas, berbasis sekolah, dan berbasis masyarakat.

Di tahun pelajaran 2019/2020, SMP Negeri 2 Purbalingga meluncurkan kelas berwawasan sejarah dengan mengambil tema Panglima Besar Jenderal Soedirman. Tema ini dipilih karena Jenderal Soedirman merupakan tokoh pahlawan nasional yang berasal dari Purbalingga.

Jenderal Soedirman juga Panglima pertama Tentara Indonesia, berjiwa nasionalis, religius, peduli, tegas, dan berbagai sifat teladan yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda sehingga dapat dilanjutkan perjuangan beliau.

Ide kelas berwawasan sejarah diawali dari kegiatan Internalisasi Nilai Kebangsaan (Inti Bangsa) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) dengan mengambil tema “Menggali Sejarah Memperkuat Identitas”.

“Saya menjadi peserta kegiatan Inti Bangsa 2019 khusus guru SMP/MTs yang dilaksanakan di Propinsi Bangka Belitung. Seleksi peserta dilakukan dengan mengirimkan esai sejarah lokal baik tokoh, peristiwa, atau pelestarian kesejarahan. Saya mengangkat Budancho Kuseri dalam melawan penjajahan Jepang. Dan kini diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Kabupaten Purbalingga, tepatnya didepan SD Negeri 2 Purbalingga Wetan,” tutur Dwi Hatmoko, S.Pd, M.Pd, sang pencetus kelas berwawasan sejarah.

Kegiatan Inti Bangsa 2019 ini memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat dalam tentang perjuangan para pendiri bangsa hingga usaha penerapan nilai-nilai kesejarahan ke dalam dunia pendidikan.

Pengetahuan, pengalaman, dan berbagai nilai dari kegiatan Inti Bangsa 2019 sangat menginspirasi untuk turut mewujudkan PPK melalui sejarah. Adapun PPK melalui sejarah yang dipilih adalah berbasis kelas.

Salah satu contoh sekolah yang menerapkan PPK melalui nilai-nilai sejarah pada kegiatan Inti Bangsa 2019 adalah SMP Negeri 1 Muntok dan SMP Negeri 1 Pangkalpinang. Kedua sekolah tersebut menerapkan PPK melalui sejarah berbasis Kelas, Sekolah dan Masyarakat sekaligus.

“Oleh karena itu saya mewujudkan Kelas Berwawasan Sejarah. Pemilihan kelas ini menyesuaikan dengan tugas Saya yang merupakan wali kelas VIII F SMP Negeri 2 Purbalingga tahun 2019/2020,” tuturnya.

Langkah dalam mewujudkan kelas berwawasan sejarah bertema Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah membuat perencanaan, menggali biografi Panglima Besar Soedirman, menggali nasehat (quote), hingga penghiasan kelas, agen sejarah dengan mengedepankan siswa menjadi ujung tombak bagi siswa lain dalam kemampuan sejarah, dan publikasi serta pembelajaran bernilai sejarah.

Perencanaan meliputi tentang desain awal kelas. Penggalian biografi Panglima Besar Jenderal Soedirman dilakukan baik melalui buku atau media internet. Informasi yang didapat kemudian disatukan dan saling cross chek dalam kebenaran informasi. Nasehat-nasehat Panglima Besar Jenderal Soedirman yang begitu banyak dan bernilai tinggi kemudian diseleksi agar sesuai dengan tempat yang ada.

Segala informasi yang didapat selanjutnya dirangkai dalam karya siswa berbentuk majalah dinding dan banner nasehat Panglima Besar Soedirman. Pembelajaran bernilai sejarah dilakukan dengan cara penamaan kelompok siswa yang mengambil nama pahlawan agar pengetahuan siswa tentang pahlawan bangsa semakin terpupuk.

Majalah dinding yang berisi tentang biografi dan berbagai informasi tentang Panglima Besar Jenderal Soedirman semakin menambah pengetahuan siswa tentang beliau. Tulisan nasehat-nasehat Panglima Besar Jenderal Soedirman dipajang pada dinding kelas dengan harapan akan selalu terbaca dan tertanam dalam jiwa siswa sehingga semangat Soedirman dapat menginspirasi para siswa selaku generasi muda penerus bangsa.

Sejatinya kelas berwawasan sejarah secara fisik memiliki segala sesuatu sesuai dengan tema sehingga siswa dapat merasakan semangat sang tokoh, bahkan jika memungkinkan dapat didesain seperti museum mini kelas karena berbasis kelas.

Kelas berwawasan sejarah bertema Panglima Besar Jenderal Soedirman ini masih jauh dari ideal karena segala pernak-pernik tentang Jenderal Soedirman seperti replika tandu, replika jas, dan lainnya masih belum tersedia di kelas. Namun demikian,  semangat siswa yang mampu bersinergi perlu diapresiasi untuk mewujudkan kelas yang ideal sesuai kemampuan.

Kebanggaan akan sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman menjadi semangat untuk mengenalkan kelas ini ke dunia luar. Usaha yang dilakukan diantara melalui media sosial seperti youtube (https://www.youtube.com/watch?v=4rBsIe0FkOc), instagram (https://www.instagram. com/p/B02FiNgjCwg/), dan facebook

“Saya memiliki keinginan untuk menggali sejarah-sejarah lokal di Purbalingga lebih banyak lagi sehingga siswa akan semakin bangga akan Purbalingga bahkan turut mengenalkannya pada dunia,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan