MAN 3 Kebumen Menuju Madrasah Adiwiyata Tingkat Provinsi

Siswa MAN 3 Kebumen tidak hanya belajar teori, tetapi mempraktikkannya langsung dalam kegiatan akademis.
Siswa MAN 3 Kebumen tidak hanya belajar teori, tetapi mempraktikkannya langsung dalam kegiatan akademis.

TABLOIDELEMEN.com – MAN 3 Kebumen menjadi wakil Kabupaten Kebumen guna meraih predikat Madrasah Adiwiyata pada tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Prestasi membanggakan ini menunjukkan komitmen lembaga dalam melestarikan lingkungan sekolah secara berkelanjutan.

Tahun ini, hanya MAN 3 Kebumen bersama SMA Negeri 1 Mirit yang melaju untuk memperebutkan apresiasi lingkungan tersebut.

Ketua Tim Adiwiyata, Arif Budiyanto, mewakili Kepala MAN 3 Kebumen, Hj. Lutfah Iin Setyorini, menjelaskan bahwa program ini selaras dengan konsep “Kurikulum Berbasis Cinta”.

Melalui konsep tersebut, kepedulian terhadap alam menjadi wujud nyata cinta kepada Sang Pencipta serta sesama makhluk hidup.

Bacaan Lainnya
Kartini 21 April 2026

“Madrasah Adiwiyata bukan sekadar tentang penghijauan, melainkan upaya menciptakan madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan,” katanya pada Rabu, 22 April 2026.

Arif memaparkan bahwa kebijakan berwawasan lingkungan mencakup pengintegrasian materi lingkungan hidup ke dalam berbagai mata pelajaran, termasuk Bahasa Indonesia.

Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi mempraktikkannya langsung dalam kegiatan akademis.

“Misalnya, membuat teks laporan hasil observasi tentang ekosistem sekolah,” tuturnya.

Selain aspek kurikulum, pengelolaan sarana pendukung turut menjadi fokus utama.

Madrasah menyediakan tempat sampah terpilah, melakukan pembuatan kompos, memanfaatkan lahan kosong sebagai apotek hidup, serta mengoptimalkan efisiensi energi.

Langkah-langkah tersebut bertujuan memastikan fasilitas sekolah mendukung terciptanya ekosistem hijau yang sehat.

Keberhasilan program ini juga bergantung pada partisipasi publik melalui peran Humas.

Pihak madrasah menjalin kerja sama erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), masyarakat sekitar, serta orang tua siswa guna menyukseskan program Green School.

Sebagai sarana edukasi tambahan, madrasah memanfaatkan buletin Intuisi sebagai media publikasi.

Melalui media tersebut, sekolah mengajak seluruh siswa menerapkan gaya hidup minim sampah (zero waste) dan menjaga kelestarian lingkungan secara konsisten.

“Kita publikasikan melalui buletin Intuisi untuk mengedukasi siswa menuju zero waste,” pungkasnya.

Pos terkait

Kartini 21 April 2026