TABLOIDELEMEN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi mengenai suhu panas yang melanda masyarakat belakangan ini.
Fenomena tersebut muncul akibat fase peralihan musim atau pancaroba menuju musim kemarau.
Minimnya tutupan awan memicu pemanasan matahari secara langsung ke permukaan bumi.
Kondisi ini menyebabkan suasana terasa lebih gerah dan terik.
Suhu maksimum harian pada beberapa wilayah Indonesia bahkan menyentuh angka 34 hingga 37 derajat Celcius.
Menghadapi situasi ini, BMKG meminta warga meningkatkan konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi yang dapat memperparah rasa panas.
Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruangan pada rentang waktu pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Jika terpaksa harus keluar rumah, warga perlu mengenakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, atau cairan pelindung surya (sunscreen) demi menjaga kesehatan kulit dan tubuh.
Warga Kabupaten Kebumen merasakan gejala alam serupa dalam beberapa hari terakhir.
Suhu udara yang mendadak lebih panas daripada biasanya memicu rasa tidak nyaman bagi penduduk setempat.
Mutmainah, warga Bonorowo, membenarkan bahwa suhu udara terasa berbeda selama tiga hari belakangan.
“Yang sangat terasa sangat panas sekali, baik siang maupun malam,” katanya.
Ungkapan senada muncul dari Siwi Wuri Wijayanti warga lain yang merasakan sengatan panas luar biasa pada siang hari.
Ia mengeluhkan udara yang tetap terasa gerah meski sudah menggunakan bantuan alat elektronik.
“Namun dalam beberapa hari terakhir juga sangat terasa pada malam hari. Pendingin ruangan 16 derajat masih terasa gerah,” ungkapnya.
Siwi Wuri juga mencermati perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat.
“Selain suhu yang tinggi, kondisi cuaca pun bisa berubah drastis dalam hitungan jam,” tambahnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















