TABLOIDELEMEN.com – Grup keroncong Nadya Dewi Putri tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk menjaga eksistensi musik keroncong memasuki tahun 2026.
Sejak mendirikan grup ini pada Januari 2007, Retnowati bersama sang suami, Nandang Wijaya, konsisten memukau panggung keroncong melalui penampilan yang memesona.
Kelompok musik perempuan satu-satunya di Jawa Tengah tersebut memiliki karakter unik dan rutin mengasah kemampuan setiap Senin malam di Gedung Keroncong, Jalan Kirana, Purbalingga.
Perjalanan panjang mereka bermula dari nol saat memanfaatkan aula belakang rumah Retnowati.
Sang pendiri yang awalnya memegang alat musik bass tersebut mengawali perjuangan dengan penuh dedikasi.
Demi menjamin kehadiran personel secara lengkap saat latihan, manajemen menyediakan fasilitas kendaraan antar-jemput tanpa memungut biaya sepeser pun.
Nandang Wijaya selaku pemimpin grup menjelaskan bahwa kunci sukses pengelolaan organisasi terletak pada kekuatan hubungan kekeluargaan.
Pendekatan yang hangat menjadi strategi utama guna menyatukan para anggota.
“Malah kami menjemput, menyajikan teh, menyediakan makanan ringan, dan mengantar pulang,” kata Nandang.
Metode pembinaan yang penuh kehangatan tersebut terbukti ampuh.
Bbaik pada grup Nadya Dewi yang lahir tahun 1999 maupun Nadya Dewi Putri pada tahun 2007.
Langkah nyata ini berhasil melahirkan banyak musisi keroncong andal dari Purbalingga.
Hasilnya, sederet prestasi nasional berhasil mereka capai.
Bahkan grup musik ini rutin mewakili Kabupaten Purbalingga dalam berbagai ajang kompetisi tingkat regional dan nasional.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita








