TABLOIDELEMEN.COM – Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga mengadakan acara seni bertajuk Ruang Lain bersama Sanggar Budidoyo di Kalikajar, Kaligondang.
Kegiatan ini berlangsung meriah selama dua hari penuh akhir pekan lalu.
Para penggiat seni lokal memadati lokasi untuk menikmati beragam pameran lukisan, pentas musik, sarasehan, hingga workshop teater.
Acara ini memberikan warna baru bagi perkembangan dunia kebudayaan daerah.
Sebanyak 24 pelukis lokal turut memamerkan karya terbaik mereka dalam pameran tersebut.
Kehadiran para pelajar sebagai peserta mendongkrak antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat.
Ketua Katasapa Purbalingga, Agustav Triono, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah alternatif bagi para seniman daerah.
Literasi tidak hanya mencakup aktivitas membaca buku, melainkan juga mencakup seni rupa dan pertunjukan teater.
“Musik dan rupa membawa pesan mendalam bagi khalayak luas,” katanya.
Kurator pameran, Wendro Tanjung, mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas komunitas ini memperluas pemahaman publik mengenai bahasa seni.
“Bahasa hadir melalui goresan kuas, nada musik, serta ekspresi tubuh di atas panggung,” tuturnya.
Festival Seni Purbalingga Ruang Lain
Hari pertama festival dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kesenian Purbalingga, Trisnanto Budidoyo.
“Kami berharap agenda kebudayaan ini rutin terlaksana setiap tahun demi mendukung ruang berekspresi para seniman muda,” tegasnya.
Pengunjung menikmati alunan merdu dari band legendaris Kamu Ajo usai acara pembukaan resmi.
Suasana kian hidup ketika sesi sarasehan menghadirkan diskusi mendalam seputar dinamika kesenian lokal bersama para tokoh seniman berpengalaman.
Hari kedua menyuguhkan workshop dasar keaktoran yang dibimbing oleh Kalpika, seorang lulusan institusi seni terkemuka.
Peserta menyerap banyak ilmu peran secara langsung melalui latihan intensif.
Puncak acara menampilkan pembacaan puisi, monolog, cerpen, cerkak, geguritan, hingga penampilan komedi tunggal yang menghibur.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita























