Aksi Katasapa Purbalingga Memeriahkan Sokaraja Art Summit 2026

Katasapa menyuguhkan pertunjukan teater bertajuk "Rus Res!" yang menyoroti persoalan kerusakan lingkungan serta problematika sosial melalui pendekatan teaterikal dan simbolis.
Katasapa menyuguhkan pertunjukan teater bertajuk "Rus Res!" yang menyoroti persoalan kerusakan lingkungan serta problematika sosial melalui pendekatan teaterikal dan simbolis.

TABLOIDELEMEN.com – Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga memeriahkan Sokaraja Art Summit 2026.

Perhelatan seni tersebut berlangsung Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat kawasan Kedung Kendil Park, Sokaraja Lor, Banyumas.

Katasapa menyuguhkan pertunjukan teater bertajuk “Rus Res!” yang menyoroti persoalan kerusakan lingkungan serta problematika sosial melalui pendekatan teaterikal dan simbolis.

Agustav Triono memegang kendali naskah sekaligus sutradara.

Para pemeran meliputi Wendro Tanjung, Trisnanto Budidoyo, Deka Aepama, Ikrom Ri’fai, serta Agustav Triono sendiri.

Bacaan Lainnya
Milo

Ketua Katasapa Purbalingga Agustav Triono menuturkan, “Rus Res! bercerita tentang berbagai bentuk kekotoran dan kerusakan yang terjadi, baik pada alam maupun kehidupan sosial masyarakat.

Kekacauan tersebut dilakukan oleh sosok perusak yang menciptakan kehancuran namun kemudian menghilang tanpa meninggalkan jejak.”

Narasi berlanjut dengan sosok masyarakat terdampak yang penuh amarah.

Mereka menuntut pertanggungjawaban serta terus mencari pelaku kerusakan, bahkan melibatkan penonton ke dalam alur pertunjukan.

“Melalui Rus Res!, kami mencoba mengeksplorasi bentuk pertunjukan yang lebih bertumpu pada gerak teaterikal, dialog-dialog pendek, serta pembacaan puisi. Simbol-simbol digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada penonton,”katanya

Sokaraja Art Summit 2026

Sokaraja Art Summit sendiri merupakan parade ragam seni seperti teater, musik, tari, pantomim, hingga orasi budaya.

Seniman asal Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Indramayu, Jakarta, Yogyakarta, serta Semarang berpartisipasi menyukseskan acara ini.

Selain itu, panggung pun menjadi tempat tampilnya Wayang Kleang dari Purbalingga melalui lakon Banjaran Karna oleh Ki Tejo Asmoro.

Keunikan media daun dalam Wayang Kleang tetap mempertahankan pakem Mahabharata.

Penggagas acara, Syaikhul Irfan atau Gus Iank, menyebut kegiatan ini hasil kerja sama Komunitas Seni Kie Bae bersama Pemerintah Desa Sokaraja Lor.

Agenda tersebut menyambut bulan Sura sekaligus menjadi ruang refleksi pelaku seni.

Komunitas Kie Bae juga menampilkan karya kolaboratif “Hikayah Kehidupan” yang memadukan teater, musik, pantomime

Serta tari guna mengajak masyarakat merenungkan makna tanggung jawab lingkungan dan kebersamaan.

Seluruh rangkaian pertunjukan ini memberikan warna baru bagi kesenian lokal.

Pengunjung tampak antusias mengikuti setiap prosesi seni yang tersaji sepanjang acara.

Refleksi makna kehidupan melalui media teater, musik, dan sastra menjadi pesan kuat bagi seluruh penikmat seni yang hadir dalam acara tersebut.

 

 

Pos terkait

Milo