Kampung Inggris UMP Perkuat Basic Greeting

Nasywa Nur Ramadhani dan Widia Nurwahidah, dua sosok pengajar muda, memandu jalannya kelas dengan penuh energi dalam ruang kelas terbuka yang penuh tawa pada Rabu, 14 Januari 2026.
Nasywa Nur Ramadhani dan Widia Nurwahidah, dua sosok pengajar muda, memandu jalannya kelas dengan penuh energi dalam ruang kelas terbuka yang penuh tawa pada Rabu, 14 Januari 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Langgam sejarah yang menyelimuti Balai Adipati Mrapat, Kota Lama Banyumas, bersalin rupa menjadi ruang kelas terbuka yang penuh tawa pada Rabu, 14 Januari 2026.

Di bawah naungan bangunan saksi bisu kejayaan masa lalu, puluhan warga berkumpul untuk menaklukkan keterbatasan komunikasi lewat Program Kampung Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Pertemuan kedua ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun tempat.

Nasywa Nur Ramadhani dan Widia Nurwahidah, dua sosok pengajar muda, memandu jalannya kelas dengan penuh energi.

Kali ini, mereka membawakan materi Basic Greeting atau sapaan dasar sebagai pondasi utama percakapan.

Bacaan Lainnya

Alih-alih menyajikan deretan teori yang membosankan, keduanya mengemas pembelajaran secara interaktif.

Peserta langsung mempraktikkan cara menyapa satu sama lain, mengubah suasana formal menjadi percakapan hangat yang mengalir alami dalam bahasa Inggris.

Kehadiran kuis interaktif dan pemberian suvenir menjadi bumbu penyedap yang memicu persaingan sehat antarpeserta.

“Antusiasme peserta membuat proses belajar terasa hidup. Kami menyiapkan total 14 pertemuan dengan tema mingguan yang bervariasi agar warga tetap semangat,” ungkap Nasywa saat menjelaskan konsep program tersebut.

Menurutnya, melalui inisiatif ini, Universitas Muhammadiyah Purwokerto menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal.

Peserta langsung mempraktikkan cara menyapa satu sama lain, mengubah suasana formal menjadi percakapan hangat yang mengalir alami dalam bahasa Inggris.
Peserta langsung mempraktikkan cara menyapa satu sama lain, mengubah suasana formal menjadi percakapan hangat yang mengalir alami dalam bahasa Inggris.

UMP ingin memastikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banyumas dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan menghidupkan kembali kawasan bersejarah lewat kegiatan edukatif, program ini tidak hanya mencerdaskan warga.

“Tetapi juga memberikan napas baru bagi gaya hidup edukatif di tengah pesona Kota Lamam” katanya.

Kartiko, salah satu warga yang hadir, mengakui bahwa pendekatan semacam ini sangat efektif menjaga fokus peserta.

Baginya, Program Kampung Inggris UMP memberikan warna baru dalam hidupnya.

“Kami merasa tidak lagi terbebani oleh materi yang sulit. Karena metode pembelajarannya terasa aplikatif dan sangat menyenangkanm” katanya.

 

 

Pos terkait