Ini Hasil Riset Fisip Unsoed Purwokerto, Ungkap Problematika Anak Korban Pandemi Covid-19 di Purbalingga

Ini Hasil Riset Fisip Unsoed Purwokerto, Ungkap Problematika Anak Korban Pandemi Covid-19 di Purbalingga

Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsoed memberikan sejumlah masukan kepada Pemkab Purbalingga terkait problematika anak-anak yang ditinggal orang tua (meninggal) akibat pandemi Covid-19.

Masukan ini berdasarkan riset Fisip Unsoed kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga dalam program Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Dr Tyas Retno Wulan SSos MSi selaku dosen Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed membimbing mahasiswanya untuk melakukan riset tentang Model Perlindungan Anak Korban Pandemi Covid-19 Berbasis Pengarusutaman Gender dan Kearifan Lokal.

“Rencanannya kami lakukan riset ini dua tahun. Tahun pertama ini akan mengidentifikasi problematika. Kemudian memetakan kebijakan stakeholder yang mungkin nanti bisa berjejaring. Di tahun kedua nanti kita bikin model perlindungan kepada anak korban Covid-19 Berbasis Pengarusutaman Gender dan Kearifan Lokal,” kata Dr Tyas saat pemaparan, Senin (18/7) di Ruang Rapat Bupati.

Ia mengungkap, dari 1085 orang meninggal akibat Covid-19 di Purbalingga ada lebih dari 200 anak yang menjadi yatim/piatu/yatim-piatu.

Para orang tua yang meninggal yakni 45% ibu, 50% ayah dan 5% ayah-ibu. Usia anak paling banyak di rentang 11-15 tahun yakni SMA/SMK 27%, belum sekolah 2%, SD 40% dan SMP 31%.

Anda Suka, Silakan Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.