TABLOIDELEMEN.com – Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Purbalingga (Ikapero) menggelar kelas pelatihan marketing digital tahap pertama hasil kolaborasi bersama Rumah BUMN Purbalingga, Jumat 25 September 2026.
Sebanyak 20 pelaku usaha dari total 192 anggota Gerakan Bersama Membangun (Gerbang) UMKM Ikapero antusias mengikuti agenda yang berfokus pada optimasi penggunaan aplikasi WhatsApp Business tersebut.
Ketua Umum Ikapero, Bhagas Adhi Pratyaksa menyampaikan bahwa program ini menjadi agenda strategis Bidang Pemberdayaan Alumni untuk memperkuat kompetensi alumni yang mempunyai UMKM.
“Tujuannya untuk membangun pondasi kewirausahaan dengan mengikuti kemajuan teknologi. Salah satunya dengan penjualan secara online,” ujar Bhagas saat membuka acara di Rumah BUMN Purbalingga.
Bhagas menjelaskan, Gerbang UMKM Ikapero berfungsi sebagai jembatan yang membuka akses kolaborasi, pasar, serta peningkatan kapasitas usaha.
“Tiga pilar utama gerakan ini mencakup sinergi, promosi bersama, dan perluasan pasar,” tegasnya.
Pihaknya aktif mempromosikan produk secara masif memanfaatkan media sosial, website resmi, serta berbagai gelaran event alumni.
Upaya ini bertujuan membawa produk lokal Purbalingga menembus pasar yang lebih luas.
Sekaligus menggerakkan roda perekonomian anggota Ikapero dan masyarakat Purbalingga.
“Gerbang UMKM Ikapero adalah mercusuar harapan, membuktikan bahwa dengan kebersamaan, setiap usaha kecil mampu menjadi besar dan setiap alumni mampu menjadi pelaku ekonomi yang tahan banting dan sukses,” tutur Bhagas.
Strategi Inovatif Pelatihan Marketing Digital Ikapero Bagi UMKM

Sementara, Sekretaris Bidang Pemberdayaan Alumni Ikapero, Suprapti menambahkan pihaknya sedang merancang program kebersamaan bertajuk Alumni Nglapak Bareng, Ikapero Sunday Morning.
Program ini memberi ruang bagi 192 pelaku usaha terdaftar untuk memasarkan produk unggulan di sepanjang jalan depan SMP Negeri 2 Purbalingga.
Sedangkan kegiatan tersebut akan turut melibatkan para siswa yang tergabung dalam OSIS dan Pramuka serta anggota Dharma Wanita Persatuan sekolah.
“Tak lupa, kami akan memberi contoh kepada adik-adik tentang kewirausahaan. Ini sangat penting, kami akan melatih adik-adik memunculkan ide-ide baru, merancang produk, dan melihat peluang di sekitar mereka,” pungkasi Suprapti.
Fasilitator Rumah BUMN Purbalingga, Eko Imam Muslimin melengkapi materi dengan memberikan edukasi dasar.
Seperti kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Halal, serta teknik pemasaran modern.
Pemanfaatan platform digital membantu para wirausahawan menjalankan operasional harian secara efisien dan cepat.
“Kita berikan pengetahuan penggunaan WA untuk bisnis. Pekerjaan mempromosikan produk jualan yang tadinya memakan waktu lama kini dapat selesai dengan lebih cepat,” terang Imam.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















