TABLOIDELEMEN.com – Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Purbalingga (IKAPERO) lulusan tahun 1986 menginisiasi Jumat Berkah dengan aksi kemanusiaan guna menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Gerakan sosial ini menyasar para pengendara jalan raya serta anak-anak yatim guna memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ketua IKAPERO 1986, Aris Budiarto, menegaskan bahwa momentum bulan suci merupakan waktu paling tepat untuk meningkatkan intensitas berbagi.
“Sedekah di bulan Ramadan memiliki kedudukan istimewa dan nilai keutamaan yang lebih tinggi dari bulan lainnya,” ujar Aris pada Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya, organisasi yang dahulu menyandang nama Persaudaraan Alumni SMP Dua (Persada) 1986 tersebut membagikan 200 dus makanan berbuka puasa kepada pengguna jalan di area depan SMP Negeri 2 Purbalingga.
Aris menjelaskan bahwa sasaran bantuan juga menjangkau lembaga kesejahteraan sosial.
“Serta, sebanyak 50 dus kami berbagi untuk adik-adik di Panti Asuhan Darrul Hadonah Karangsentul, Padamara Purbalingga,” tutur Aris yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum IKAPERO tersebut.
Kepedulian alumni tidak berhenti pada pemberian takjil semata.

Sebelumnya, para alumnus telah memberikan bingkisan bagi rekan seangkatan yang tengah menjalani pemulihan kesehatan.
Aris menambahkan, rencana selanjutnya adalah mengunjungi mantan tenaga pendidik yang berjasa bagi mereka.
“Besok kami mewakili teman-teman alumnus 1986 juga akan memberikan guru purna yang sedang sakit,” katanya.
Ia menaruh harapan besar agar aksi nyata ini mampu mengasah empati sekaligus memperkokoh solidaritas antaralumnus.
Selain mengejar pahala spiritual, kegiatan kolektif tersebut bertujuan mempererat silaturahmi.
“Melalui semangat berbagi. Secara kolektif, aksi ini mampu membangun IKAPERO yang lebih peduli dan saling mendukung,” tegasnya.
Sekretaris Umum IKAPERO, Mahendra Yudhi Krisnha, yang turut membersamai jalannya aksi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif alumni angkatan 1986.
Menurutnya, langkah ini menjadi teladan baik bagi angkatan lainnya dalam memuliakan bulan Ramadhan.
“Kami menyakini aksi sosial ini menjadi momentum terbaik untuk beramal. Karena setiap kebaikan di bulan Ramadan dijanjikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” pungkas Mahendra menutup keterangannya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















