Hasil Pengamatan BMKG Semarang, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Belum Terindikasi Memasuki Jawa Tengah

Fenomena tanah berdebu yang belakangan ini meresahkan warga di beberapa kabupaten atau kota sebenarnya bersumber dari kondisi musim kemarau. Foto Ilustrasi: Alun-alun Purbalingga
Fenomena tanah berdebu yang belakangan ini meresahkan warga di beberapa kabupaten atau kota sebenarnya bersumber dari kondisi musim kemarau. Foto Ilustrasi: Alun-alun Purbalingga

Analisis Sebaran Angin Satelit Himawari-9 VAAC Darwin

Hasil pemantauan kualitas udara di Kota Semarang turut memperkuat fakta tersebut.

Pengukuran parameter partikulat SPM dan PM2.5 menunjukkan angka yang stabil tanpa lonjakan signifikan sebelum maupun sesudah erupsi.

Sisi lain, rekaman Peta Satelit Himawari-9 VA beserta Peta Trajektori Sebaran Abu Vulkanik dari VAAC Darwin mengonfirmasi pergerakan abu bergerak ke arah barat daya.

Arah menuju Samudera Hindia ini membuktikan bahwa material erupsi bergerak menjauhi area Jawa Tengah.

Analisis prakiraan angin pada ketinggian 3.000 feet memperlihatkan embusan angin secara umum bergerak dari arah timur menuju barat.

Bacaan Lainnya

Pola aliran udara tersebut membawa seluruh material atmosfer menuju ke barat sehingga tidak mengarah ke wilayah Jawa Tengah.

Masyarakat wajib memantau informasi resmi dari BMKG dan PVMBG.

 

 

 

 

Pos terkait

Acer2026