Festival Literasi Purbalingga 2026 Perkuat Minat Baca Anak dan Ekonomi Lokal

Festival Literasi Kabupaten Purbalingga 2026 di halaman kantor Dinarpus yang berlangsung sepanjang 8–10 Oktober 2026 ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Literasi dan Literasi untuk Kesejahteraan Purbalingga”.
Festival Literasi Kabupaten Purbalingga 2026 di halaman kantor Dinarpus yang berlangsung sepanjang 8–10 Oktober 2026 ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Literasi dan Literasi untuk Kesejahteraan Purbalingga”.

TABLOIDELEMEN.com – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga menyelenggaakan Festival Literasi Kabupaten Purbalingga 2026 di halaman kantor Dinarpus.

Acara yang berlangsung sepanjang 8–10 Oktober 2026 ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Literasi dan Literasi untuk Kesejahteraan Purbalingga”.

Gelaran tahunan tersebut bertujuan menciptakan ruang edukasi publik, mengasah minat baca anak, serta meningkatkan modal sosial masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinarpus Kabupaten Purbalingga, Endi Astono, menjelaskan bahwa literasi memegang peran penting guna memperluas akses pengetahuan warga.

“Purbalingga memerlukan masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tapi mengolah informasi menjadi karya, menjadi inovasi dan nilai tambah bagi kehidupan kita sehari-hari,” kata Endi, Kamis 8 Oktober 2026.

Edukasi Digital dan Keteladanan Bunda Literasi

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memberikan perhatian khusus terhadap tingginya aktivitas anak mengakses media sosial serta teknologi internet.

Era transisi gawai butuh pendampingan aktif agar anak mampu menyaring arus data secara kritis. Bupati mengimbau para penggerak pendidikan terus merangkul keluarga.

Saat ini masyarakat sedang menghadapi krisis minat baca buku.

Oleh karena itu, kehadiran Bunda Literasi dan pegiat literasi dapat untuk mengubah konsumsi negative yang pasif.

“Tentunya, ini kemampuan literasi media yang kritis, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Fahmi.

Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar gerakan literasi menjangkau seluruh pelosok desa.

“Peran Bunda PAUD dan Bunda Literasi perlu berjalan beriringan untuk membangun kebiasaan positif sejak anak berada di lingkungan keluarga hingga memasuki pendidikan formal,” katanya.

Kolaborasi Pengukuhan Bunda PAUD dan Pentas Seni

Momen pembukaan festival berlanjut dengan prosesi pengukuhan Pengurus Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga oleh Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif.

Pada tempat sama, Bunda Literasi Kabupaten Purbalingga, Denita Dimas Prasetyahani, melantik Bunda Literasi tingkat kecamatan.

Harapannya, upaya ini memicu pergerakan budaya membaca secara merata hingga akar rumput.

Rangkaian acara menyajikan bazar buku murah, pameran UMKM, dialog interaktif, lokakarya, bedah buku, hingga pentas musik.

Berbagai stan edukasi milik BNN, Polres Purbalingga, Lanud J.B. Soedirman, perguruan tinggi, serta lembaga keuangan ikut meramaikan suasana.

Pengunjung juga dapat menyaksikan pementasan wayang kulit Madya Ratri karya dalang cilik Afan Giatsya Nurfalah sebagai penutup festival.

 

 

 

 

 

 

Pos terkait