Bangkitkan Pariwisata Purbalingga
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen penuh mendukung FGS sebagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan guna menggerakkan ekonomi masyarakat.
Keberhasilan mempertahankan status dalam KEN sejak 2024 merupakan pengakuan atas kekayaan wisata Purbalingga yang memadukan keindahan alam, tradisi Ruwat Bumi Tuk Sikopyah, serta kreativitas masyarakat Desa Serang.
Hal itu semakin memperkuat posisi Purbalingga sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam yang mampu bersaing secara nasional.
FGS ke-9 mengusung tema Culture and Nature. Tema ini merepresentasikan harmoni antara warisan budaya dan kekayaan alam lereng Gunung Slamet.
Masyarakat pun menunjukkan komitmen menjaga tradisi luhur, kesenian tradisional, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan dengan kelestarian alam kawasan Gunung Slamet.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 Juli 2026, menyuguhkan beragam agenda budaya serta wisata.
Panitia menyusun rangkaian acara mulai dari gelar seni desa wisata se-Kabupaten Purbalingga, pengambilan air Tuk Sikopyah, prosesi Merti Bumi dan kirab budaya
Serta, tari kolosal Gunung Slamet, pertunjukan budaya lintas kabupaten, Tomato Splash, hingga berbagai atraksi menarik lainnya.
Panitia pun menghadirkan hiburan melalui penampilan grup musik Parade Hujan dalam acara Akustik Kabut Lembut.
Kepala Desa Serang, Sugito, menyatakan bahwa FGS tahun ini melibatkan sedikitnya 15 desa wisata se-Kabupaten Purbalingga.
Beberapa di antaranya meliputi Desa Wisata Karangpucung, Panusupan, Tanalum, hingga Limbasari.
Desa-desa tersebut membuka stan promosi produk unggulan serta potensi wisata masing-masing guna menarik minat para wisatawan.
Ia berharap, keikutsertaan desa-desa wisata ini dapat memperkuat kolaborasi antardestinasi.
“Sekaligus memperkenalkan potensi wisata Purbalingga secara lebih luas kepada para pengunjung,” kata Sugito.
Semangat gotong royong dan antusiasme warga membuktikan bahwa Purbalingga punya kekuatan besar untuk bangkit pascabencana.
Seluruh elemen masyarakat bersatu padu mensukseskan festival ini sebagai ajang promosi wisata daerah yang membanggakan.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















