TABLOIDELEMEN.COM – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggembleng 150 bendahara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta profesionalisme pengelolaan wadah ekonomi warga desa tersebut.
Pihaknya membekali para calon pengelola dengan pemahaman teknis pembukuan keuangan serta tata kelola usaha koperasi.
Kepala Dinperindagkop UKM Purbalingga Agung Widiarto menyebut peningkatan kapasitas SDM menjadi fondasi utama kesiapan KDMP sebelum menjalankan operasional penuh.
“Sejak 12 Oktober 2026, 150 bendahara koperasi mengikuti pelatihan pembukuan dan pengelolaan usaha,” kata Agung, Sabtu 17 Oktober 2026.
Melalui pelatihan intensif, pengelola sanggup mengarahkan kegiatan usaha secara akuntabel, transparan, serta profesional.
“Para calon pengelola juga akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” ujar Agung.
Penguatan Rantai Pasok Gas LPG Koperasi Desa
Selain mematangkan kesiapan jajaran pengelola, penguatan jaringan pasokan barang memegang peranan krusial untuk menopang operasional KDMP.
Koneksi langsung dengan para pemasok utama membantu koperasi memperoleh akses barang kebutuhan pokok masyarakat secara mudah dan murah.
Dalam rangka membangun rantai pasok yang tangguh, Dinperindagkop Purbalingga menggalang komunikasi intensif bersama asosiasi agen LPG setempat.
Kerja sama strategis ini memproyeksikan kelancaran penyaluran gas subsidi maupun non-subsidi melalui jaringan pangkalan milik koperasi desa.
“Kita menghubungkan antara KDMP dengan rantai pasok. Kami sudah berkomunikasi dengan para agen LPG melalui asosiasi pengusaha agen-agen LPG yang untuk menyalurkan LPG,” kata Agung.
Sinergi antara penguatan kapasitas pengurus dan ketersediaan pasokan komoditas memperkokoh peran KDMP sebagai penggerak ekonomi warga.
Kehadiran pangkalan gas di bawah naungan koperasi menjamin ketersediaan energi bersih bagi masyarakat pedesaan.
Kemitraan strategis ini sekaligus memangkas mata rantai distribusi yang panjang.
Pemerintah daerah optimistis seluruh bendahara lulusan pelatihan sanggup mengelola potensi bisnis desa secara mandiri.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















