Stimulus Ekonomi dan Sektor Kreatif
Pemkab Purbalingga tidak hanya menyasar pembangunan fisik, melainkan juga menggerakkan roda ekonomi melalui sektor pariwisata dan industri kreatif.
Berbagai acara besar seperti Simfoni Batik, Ramadan Light Festival, hingga Purbalingga Musik Festival menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet.
Langkah ini terbukti efektif dalam menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan di berbagai titik strategis.
“Event ini tidak hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan,” kata Fahmi.
Upaya perluasan lapangan kerja juga berjalan melalui penyelenggaraan Purbalingga Job Fair yang menyediakan sekitar 8.800 lowongan kerja dari puluhan perusahaan mitra.
Capaian Positif Indikator Makro
Keberhasilan berbagai program tersebut terlihat jelas pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 yang mencapai angka 71,71.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Purbalingga melonjak hingga 5,92 persen, seiring dengan penurunan angka pengangguran terbuka menjadi 4,83 persen.
Angka kemiskinan juga berhasil turun secara impresif sebesar 1,63 persen menjadi 12,55 persen.
Pihaknya optimis bahwa integrasi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi akan membawa Purbalingga menuju kemajuan yang berkelanjutan.
“Kami bersyukur capaian ini menunjukkan arah pembangunan yang semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, namun evaluasi tetap kami lakukan agar ke depan semakin baik dan merata,” pungkas Fahmi.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita









