Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono Ajak Penguatan Peran Orang Tua Tekan Anak Tidak Sekolah

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono

TABLOIDELEMEN.com – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menginstruksikan seluruh jajaran pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan terhadap akses pendidikan bagi anak usia sekolah.

Instruksi ini muncul sebagai respons atas meningkatnya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah tersebut.

Sadewo menekankan bahwa setiap individu wajib mendapatkan hak dasar mereka dalam menuntut ilmu tanpa terkecuali.

“Kita harus memastikan tidak ada anak yang terlewat atau tidak terpantau. Semua harus mendapatkan pendidikan yang terbaik,” tegas Sadewo pada Sabtu, 4 April 2026.

Menurut Sadewo, akurasi pendataan menjadi langkah krusial dalam memetakan akar masalah.

Bacaan Lainnya
Kartini 21 April 2026

Ia memerintahkan jajarannya untuk menggali penyebab utama fenomena ini, mulai dari faktor ekonomi, kondisi sosial, hingga dinamika lingkungan keluarga.

Karena Sadewo menilai peran aktif guru, pengawas, dan pemerintah desa memegang posisi sentral dalam menjangkau anak-anak tersebut melalui pendekatan personal kepada orang tua.

“Tidak hanya mencari anaknya, tetapi juga memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan,” imbuhnya.

Bupati mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa lonjakan ATS saat ini tidak hanya mendominasi keluarga prasejahtera.

Fenomena tersebut justru merambah ke kalangan keluarga yang secara finansial tergolong mapan.

Kurangnya dukungan moral dari orang tua serta perubahan pola asuh menjadi pemicu utama anak-anak tersebut meninggalkan bangku sekolah.

“Orang tuanya cukup punya kemampuan untuk menyekolahkan anak-anak, tapi anaknya tidak sekolah, hanya pegang handphone, dan orang tuanya tidak mendukung,” kata Sadewo.

Ia mengamati adanya pergeseran perilaku sosial di mana sebagian orang tua cenderung abai terhadap aktivitas harian anak.

“Kalau dulu anak tidak sekolah pasti dicari orang tuanya, sekarang ada yang cuek. Anak main handphone, orang tuanya juga main handphone,” tuturnya.

Meski demikian, Sadewo tetap mengakui bahwa kendala geografis dan aksesibilitas masih menyulitkan warga di wilayah terpencil.

Guna mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas tengah menyusun strategi jemput bola.

“Kami akan menggencarkan program penyadaran masyarakat serta memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang terkendala jarak sekolah yang jauh,” katanya.

 

 

 

 

Pos terkait

Kartini 21 April 2026