Rumah Asisten Residen: Simbol Awal Penjajahan
Perhentian terakhir adalah eks Rumah dan Kantor Asisten Residen, kini menjadi Markas Kodim 0702/Purbalingga.
Bangunan ini menjadi saksi mulainya era kolonialisme di wilayah Banyumas Raya setelah berakhirnya Perang Diponegoro tahun 1830.
Sejak 1830, struktur pemerintahan Eropa mulai terbentuk. Jabatan Residen dan Asisten Residen muncul, menandai bahwa wilayah ini resmi berada di bawah kendali Hindia Belanda.
Asisten Residen kala itu bukan sekadar pejabat administratif.
Ia berwenang mengawasi bupati, mengelola kas pajak, dan memastikan kebijakan pusat di daerah.
“Bupati tetap mempertahankan, namun lebih sebagai simbol kepercayaan rakyat pribumi agar pemerintah kolonial mudah mengendalikan masyarakat,” kata Ganda.
Mengenal Arsitektur Indis
Menutup kegiatan, Taufik Sudharmono mengajak para siswa memperhatikan detail arsitektur dua bangunan kolonial.
Ia menjelaskan bahwa Landraad dan rumah Asisten Residen sama-sama bergaya Indische Empire Style—perpaduan antara gaya Eropa dan penyesuaian dengan iklim tropis Nusantara.
“Bangunan kolonial di sini tidak lagi seperti di negeri asalnya. Ada modifikasi lokal yang melahirkan budaya baru: kebudayaan Indis,” tutur Taufik.
“Contohnya, daun pintu jalusi atau krepyak yang memungkinkan sirkulasi udara lebih banyak. Di Eropa, model seperti ini tidak terkenal,”
Menjelang siang, rombongan pelajar itu kembali ke sekolah dengan catatan dan kesan baru.
Mereka tak hanya membawa foto dan tugas laporan, tetapi juga pemahaman bahwa sejarah bisa terisentuh, terlihat, bahkan terasakan dari bangunan-bangunan tua di dekat sekolah mereka.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















