TABLOIDELEMEN.com – Deretan bangunan tua di pusat Kota Purbalingga pagi itu menjadi saksi langkah puluhan pelajar berseragam abu-abu.
Mereka bukan sedang tur biasa, melainkan belajar sejarah secara langsung melalu program Safari Cagar Budaya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Selasa 4 November 2025.
Sekitar 70 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Purbalingga mengikuti Safari Cagar Budaya menelusuri sejumlah lokasi yang telah menjadi Cagar Budaya.
Rute safari kali ini meliputi Situs Kerkhof (Makam Belanda), gedung Landraad yang kini menjadi Pengadilan Negeri, serta eks rumah dan kantor Asisten Residen yang saat ini digunakan sebagai Markas Kodim 0702/Purbalingga.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Purbalingga, Wasis Andri Wibowo mengatakan, kegiatan ini merupakan cara lain untuk menghidupkan pembelajaran sejarah.
“Belajar sejarah tidak harus dari buku. Banyak objek di sekitar kita yang bisa menceritakan masa lalu. Kami ingin para siswa menemukan sendiri arti penting keberadaan Cagar Budaya sebagai memori masa lalu yang pantas dipertahankan,” ujarnya.
Safari ini dipandu oleh dua narasumber: Taufik Sudharmono, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Purbalingga, dan Ganda Kurniawan, pemerhati sejarah lokal.
Keduanya bergantian menghidupkan kembali potongan-potongan kisah lama dari bangunan yang masih tegak di tengah kota.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















