Bawaslu Purbalingga Edukasi di SMK Negeri 1 Kutasari, Ajak Siswa Pahami Pengawasan Pemilu

Bawaslu Purbalingga membekali sebanyak 960 siswa SMK Negeri 1 Kutasari dengan pemahaman mendalam mengenai demokrasi dan mekanisme kepemiluan, Kamis 12 Februari 2026 pagi.
Bawaslu Purbalingga membekali sebanyak 960 siswa SMK Negeri 1 Kutasari dengan pemahaman mendalam mengenai demokrasi dan mekanisme kepemiluan, Kamis 12 Februari 2026 pagi.

TABLOIDELEMEN.com-  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga membekali sebanyak 960 siswa SMK Negeri 1 Kutasari dengan pemahaman mendalam mengenai demokrasi dan mekanisme kepemiluan.

Sosialisasi yang berlangsung pada Kamis 12 Februari 2026 pagi tersebut menyasar para pemilih pemula agar mereka memahami urgensi pengawasan dalam setiap tahapan pesta demokrasi.

Mukhammad Wakhiddin, Anggota Bawaslu Kabupaten Purbalingga, hadir secara langsung memberikan materi di hadapan ratusan siswa yang memadati halaman sekolah sejak pukul 07.00 WIB.

Ia menegaskan bahwa esensi demokrasi bukan sekadar prosedur mencoblos di bilik suara, melainkan keberanian masyarakat dalam mengawal prosesnya.

“Pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama. Bawaslu memiliki tugas berat mengawasi teknis pelaksanaan dari KPU. Tapi tanpa partisipasi masyarakat, pengawasan itu tidak akan optimal,” kataWakhiddin saat memberikan paparan.

Bacaan Lainnya
Milo

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguasaan regulasi teknis serta aturan turunan bagi warga negara.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap aturan main akan menjamin pemilu berjalan sesuai asas luber jurdil

Yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sebagai wujud kedaulatan rakyat yang sesungguhnya.

Respons positif mengalir dari pihak sekolah atas inisiatif edukatif ini.

Kepala SMK Negeri 1 Kutasari, Sarjono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Bawaslu yang telah meluangkan waktu berbagi ilmu.

“Kami berterima kasih atas pengetahuan baru untuk para siswa. Ini bekal berharga, apalagi sebagian dari mereka akan segera memasuki usia memilih,” kata Sarjono.

 

 

Milo