TABLOIDELEMEN.com – Ritual ziarah kubur pada hari Jumat menjadi pemandangan ikonik di berbagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) tanah air.
Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), praktik ini bukan sekadar kunjungan fisik.
Melainkan jembatan spiritual yang menghubungkan orang hidup dengan mereka yang telah berpulang ke rahmatullah.
Tradisi ini berakar kuat pada anjuran para ulama yang merujuk pada keistimewaan hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam atau pemimpin segala hari.
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LDPBNU) sering menekankan bahwa berdoa di makam orang tua atau kaum muslimin pada hari Jumat mendatangkan pahala berlipat ganda.
Selain itu, peziarah meyakini bahwa ahli kubur merasakan kegembiraan luar biasa saat menerima kiriman doa dari sanak saudara.
Prosesi ziarah biasanya bermula dengan pembacaan salam saat memasuki area makam.
Peziarah kemudian duduk dengan khusyuk seraya melantunkan ayat suci Al-Qur’an, terutama surat Yasin dan tahlil.
Suasana syahdu menyelimuti area pemakaman saat untaian doa mengalir untuk memohonkan ampunan bagi penghuni barzakh.
Penggunaan air mawar dan taburan bunga menjadi simbol penghormatan serta upaya menjaga kelembapan tanah makam agar tetap asri.
Manfaat ziarah kubur mencakup dimensi yang sangat luas. Secara psikologis, aktivitas ini menjadi pengingat paling efektif akan hakikat kematian.
Kesadaran bahwa manusia akan kembali ke tanah mendorong peziarah untuk memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku sosial sehari-hari.
Dari sisi sosial, ziarah sering kali menjadi ajang silaturahmi antaranggota keluarga yang masih hidup, sehingga mempererat tali persaudaraan.
Para pengikut ajaran Ahlussunnah wal Jamaah memandang ziarah sebagai bentuk bakti (birrul walidain) yang tidak terputus meskipun orang tua sudah tiada.
Dengan menjaga konsistensi ziarah setiap Jumat, seorang anak menunjukkan kasih sayang abadi sekaligus mengharap keberkahan hidup melalui wasilah doa di tempat peristirahat terakhir tersebut.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News






