Transformasi Fungsi Kampus
Dalam paparannya, Kawendra Lukistian memberikan apresiasi tinggi atas langkah UMP membuka akses bagi UMKM di lingkungan kampus.
Kawendra Lukistian menilai praktik tersebut merupakan terobosan langka bagi perguruan tinggi di Indonesia yang semestinya berfungsi sebagai laboratorium sosial-ekonomi.
“Perguruan tinggi jangan berhenti pada fungsi akademik. Kampus bisa menjadi ruang praktik kewirausahaan,” kata Kawendra.
Kawendra juga mendorong integrasi tugas akhir mahasiswa dengan pengembangan usaha rintisan (startup).
Skema ini memungkinkan lulusan memiliki portofolio bisnis yang siap bersaing di pasar global.
Pusat Kajian Kebangsaan
Merespons dukungan tersebut, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso tengah menyiapkan rancangan strategis untuk menjadikan Banyumas sebagai pusat kajian ekonomi kebangsaan.
Ia mengambil inspirasi dari pemikiran tokoh nasional Margono Djojohadikusumo guna memantik semangat kewirausahaan intelektual.
Karena gagasan untuk mengintegrasikan pendidikan dengan kewirausahaan sangat relevan.
“Kami ingin mahasiswa UMP tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap membuka lapangan kerja. Potensinya besar, mulai dari film pendek, produk kreatif dan hasil riset,” katanya
Sebagai langkah konkret, UMP berencana membangun proyek percontohan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kampus.
“Program ini akan melibatkan pendampingan langsung dari Gekrafs serta jejaring mitra industri kreatif demi menciptakan ekosistem yang inovatif dan berkelanjutan,” katanya.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News
















