TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meresmikan kebijakan Green Campus Policy sebagai langkah strategis mendukung pembangunan berkelanjutan.
Aturan tersebut berlaku mulai 7 April 2026 demi mengimplementasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
UMP menargetkan pengurangan konsumsi energi secara signifikan melalui program ini.
Kebijakan bertajuk “Program Efisiensi Energi Terpadu” tersebut mendorong perubahan perilaku civitas akademika menuju gaya hidup ramah lingkungan.
UMP menginisiasi berbagai langkah nyata demi menekan beban penggunaan energi harian. Transformasi ini menyasar seluruh elemen kampus agar lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Beberapa agenda utama mencakup pemberlakuan sistem kerja lima hari guna meningkatkan efisiensi operasional.
Komitmen Nyata Keberlanjutan Lingkungan
Selain itu, kampus mewajibkan penggunaan transportasi ramah lingkungan seperti bersepeda serta berjalan kaki.
Langkah lain berupa penerapan pembelajaran dan rapat berbasis hybrid guna meminimalisir mobilitas fisik.
Civitas akademika juga harus menghemat listrik melalui pengaturan suhu pendingin ruangan pada kisaran 24–26 derajat Celsius.
Peralihan ke sistem administrasi digital atau paperless menjadi prioritas untuk mengurangi pemakaian kertas.
Seluruh upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi terhadap ekosistem global.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menegaskan bahwa kebijakan tersebut membawa misi transformasi kampus menuju institusi yang bertanggung jawab.
Ia menghendaki munculnya budaya sadar lingkungan pada setiap individu di lingkungan universitas.
Harapannya, seluruh pihak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bumi.
Karena Green Campus Policy ini adalah komitmen nyata UMP dalam mendukung keberlanjutan.
Kesuksesan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif serta kesadaran kolektif seluruh warga kampus.
“Kami ingin membangun budaya kampus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sadar lingkungan dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,” ungkap Prof. Jebul Suroso.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















