TABLOIDELEMEN.com – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) menjalani kunjungan edukatif ke Kebun Kedokteran Herbal di Desa Karangsari, Banyumas.
Agenda tersebut mengawali rangkaian Workshop Kedokteran Herbal dan Kedokteran Islam At Tibbun Nabawi. Kegiatan terjadwal berlangsung selama dua hari hingga Minggu esok.
Peserta kunjungan merupakan mahasiswa tingkat akhir yang fokus memperkuat kompetensi bidang herbal.
Selain kehadiran fisik di lokasi, sebanyak 150 peserta dari berbagai penjuru tanah air mengikuti workshop secara daring.
Antusiasme tinggi ini membuktikan besarnya minat publik terhadap pengembangan ilmu medis berbasis tanaman obat dan nilai Islam.
Panitia membagi mahasiswa ke dalam tiga kelompok kecil guna menjaga efektivitas pembelajaran.
Setiap kelompok memperoleh bimbingan langsung dari dua dosen pendamping saat proses identifikasi aneka tanaman obat.
Para calon dokter tersebut mempelajari karakteristik fisik serta manfaat medis setiap jenis flora secara mendalam.
Pelopor Pengembangan Medis Herbal
Nur Husnia W, salah satu peserta, mengaku mendapat pengalaman berharga melalui kegiatan lapangan ini.
Menurutnya, pengalaman identifikasi tanaman obat herbal di Kebun Kedokteran Herbal FK ini sangat bermanfaat.
“Karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengenali fungsi tanaman obat herbal langsung dari ahlinya, sekaligus memegang dan mengamati tanamannya secara langsung,” ungkapnya.
Selaras dengan hal itu, dr. Titik Kusumawinakhyu, M.Biomed, selaku dosen pembimbing menekankan urgensi penguasaan ilmu herbal.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah namun masih minim pemanfaatan secara tepat. Ia menyatakan bahwa instansi tersebut mengambil peran sebagai pelopor dalam riset dan pembelajaran medis berbasis kearifan lokal.
Harapan besar menyertai langkah edukatif ini agar mahasiswa mampu menguasai aspek praktis, bukan sekadar teori.
FK UMP menargetkan lulusannya memiliki kemampuan mengenali serta memanfaatkan tanaman obat sebagai bagian dari pengobatan holistik.
Inisiatif tersebut mempertegas posisi kampus dalam mengintegrasikan ilmu kedokteran modern dengan kekayaan alam nasional.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















