UMP dan Perpusnas RI Bahas Strategi Politik Bahasa Negara

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Seminar Nasional bertema “Program Prioritas Literasi Nasional dan Politik Bahasa Negara”.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Seminar Nasional bertema “Program Prioritas Literasi Nasional dan Politik Bahasa Negara”.

TABLOIDELEMEN.com – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Seminar Nasional bertema “Program Prioritas Literasi Nasional dan Politik Bahasa Negara”.

Agenda yang berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Senin 19 Januari 2026, menghadirkan Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., sebagai pembicara utama.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Saefurrohman, Ph.D., meluruskan persepsi masyarakat mengenai terminologi politik bahasa.

Ia menegaskan bahwa politik bahasa negara merupakan strategi kebahasaan nasional untuk menjaga kedaulatan serta identitas bangsa, bukan bagian dari politik praktis.

Saefurrohman memandang pentingnya pemahaman akademik ini agar masyarakat tidak terjebak dalam penafsiran yang keliru di tengah arus globalisasi.

Bacaan Lainnya

“Negara memerlukan strategi bahasa untuk menjaga dan mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional,” tegas Saefurrohman saat memberikan sambutan pembukaan.

Selain aspek kedaulatan, Saefurrohman menyoroti fenomena penurunan kesantunan berbahasa pada generasi muda saat ini.

Dunia pendidikan memikul tanggung jawab besar untuk memperbaiki degradasi tersebut melalui penguatan literasi dan pendidikan karakter.

Sedangkan Bahasa Indonesia memiliki keistimewaan berupa struktur yang sederhana namun kaya makna.

“Sehingga memudahkan setiap penutur dalam berkomunikasi secara efektif,” tuturnya.

Prof. E. Aminudin Aziz memperkuat pandangan tersebut dalam paparan materinya.

Pakar tindak tutur bereputasi internasional ini menekankan bahwa kesantunan berbahasa merupakan cerminan budaya serta cara berpikir sebuah bangsa.

Menurutnya, bahasa memiliki peran vital sebagai alat pembentuk peradaban, bukan sekadar instrumen komunikasi antarmanusia.

Menutup sesi seminar, Prof. Aminudin mendorong agar strategi politik bahasa negara lebih fokus pada pembentukan karakter penutur yang santun, kritis, dan bertanggung jawab.

Ia mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga martabat bahasa, terutama saat berinteraksi di ruang publik dan platform digital.

“Kerja sama strategis antara UMP dan Perpusnas ini diharapkan mampu memicu kesadaran literasi yang lebih luas bagi seluruh civitas akademika,” katanya.

 

 

Pos terkait