vaksin SMP Negeri 2 Purbalingga 1

Ujicoba PTM Terbatas di Purbalingga Ditunda. Ini Kata Orang Tua Siswa

Kabupaten Purbalingga akan menerapkan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas karena masuk dalam zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Angin segar ini mendapat dukungan dari para orang tua. Karena, persetujuan dari orang tua menjadi syarat peserta didik mengikuti ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Namun, kini hembusan angin  segar untuk para siswa dapat kembali bertemu dengan para guru dan temannya bakal tertunda. Pasalnya, ditemukan 90 siswa di SMP Negeri 4 Mrebet dan 61 siswa di SMP Negeri 3 Mrebet terpapar Covid-19. Sehingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga menunda pelaksanaan ujicoba PTM terbatas.

“Kalau saya pribadi mendukung kebijakan itu. Tidak PTM dulu nggak apa-apa. Karena paling utama adalah keselamatan anak saya,” kata Marlina Indraswari (Menik) kepada Rabu (22 September 2021)

Menik mengaku, anaknya terpaksa belajar di rumah lagi tidak menjadi persoalan. Walaupun sebenarnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  di rumah sangat tidak efektif, karena butuh pendampingan ekstra dari orangtua.

“Mungkin menjadi persoalan banyak orangtua belum bisa mendampingi secara tuntas belajar daring karena kesibukan dalam bekerja,”  katanya.

Ia mengatakan, akibat PJJ ini anaknya  menjadi malas baca buku. Setelah belajar daring, cendurung bermain dengan ponselnya.

“Tetapi yang namanya anak, tidak mungkin ketika memegang ponsel hanya untuk belajar online saja, ada potensi untuk digunakan main-main ketika tidak didampingi,” imbuhnya

Ia mengaku, pelaksanaan ujicoba PTM terbatas akan memberikan dampak positif. Dia yakin anaknya dapat lebih mudah menerima dan mencerna pembelajaran. Meski demikian, ia juga khawatir dengan kedisiplinan anak dalam menerapkan prokes di sekolah nanti.

“Semoga angina segera segera berhembus lagi. Ya semua ini demi anak, karena selain bisa bertemu temannya juga dapat berkomunikasi dengan guru secara langsung mengenai pemahaman materi,” imbuh Menik.

Dukungan ditundanya ujicoba PTM terbatas juga disampaikan Teguh Pratomo.

“Jangan dulu PTM lah, Urunglah kudune (belum seharusnya) herd immunity kan belum tercapai jane. Target vaksinasi juga nembe pirang persen. Milih bocah dadi pinter apa slamet?,” katanya dalam pesan WhatsApp

Sementara, Anggota Komite SMP Negeri 2 Purbalingga, Bukhori mengaku sebenarnya pihaknya telah siap melaksanakan ujicoba PTM terbatas.

“Kami mendukung adanya PTM terbatas, tetapi dengan prokes juga tentunya untuk kebaikan bersama supaya tetap terhindar dari Covid-19. Namun, karena ada kebijakan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga yang menunda pelaksanaannya, Kami sangat mamatuhi untuk tidak melaksanakan, Demi mengedepankan prinsip kehati-hatian pada masa pandemi,” katanya.

Ia mengatakan, kesiapan yang telah direncanakan diantaranya, dimulai dengan meminta persetujuan orang tua peserta didik. Dari  771 formulir yang dibagikan yang terdiri Klas 7 sebanyak 260 siswa, Klas 8 dan Klas 9 masing-masing 260 dan 251 siswa.

“Hanya  dua orang yang tidak mengisi. Alasannya karena belum di vaksin,”katanya

Untuk sarana dan prasarana, telah tersedia ruang kelas dengan sirkulasi udara yang baik, sudah ada tempat cuci yang mencukupi, pengaturan jarak antarmeja . Tentunya nanti saat PTM baik guru dan siswa wajib disiplin menggunakan masker. Ini sebagai jaminan kepada orang tua agar lebih tenang

“Untuk pola pengaturan pembelajaran saat di kelas, hanya siswa klas 8 saja yang ikut ujicoba, menghadirkan 6 klas, masing-masing maksimal 16 siswa. Waktu PTM dimulai jam 07.00 WIB- jam 09.00 WIB,” katanya.

Ia mengatakan, keberhasilan pelaksanaan ujicoba PTM terbatas di tengah pandemi Covid-19 tidak hanya bergantung pada peran guru dan tenaga kependidikan.

“Para orang tua murid juga perlu terlibat dalam upaya memastikan bahwa ujicoba PTM terbatas tidak memicu lonjakan kasus Covid-19,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan