TABLOIDELEMEN.com – Transaksi keuangan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di Banyumas Raya mencatatkan angka fantastis mencapai 172,01 juta transaksi.
Nilai nominalnya menyentuh Rp12,91 triliun sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Aswin Gantina merinci bahwa perkembangan ekosistem pembayaran digital menunjukkan tren sangat positif.
“Sampai Agustus 2026, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja KPwBI Purwokerto bahkan telah menembus angka 668.678 merchant,” katanya, Senin 28 September 2026.
Ia menjelaskan, KPwBI Purwokerto aktif memperluas akseptasi QRIS lewat program edukasi serta aktivasi langsung ke berbagai lapisan masyarakat.
Berbagai sasaran strategis meliputi masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, UMKM, pedagang pasar, pondok pesantren, komunitas perempuan, hingga kelompok lanjut usia.
Secara nasional, transaksi ekonomi digital pada Agustus 2026 melonjak 40,36 persen secara tahunan menjadi 6,11 miliar transaksi.
Jumlah pengguna QRIS nasional mencatatkan 69,32 juta pengguna dengan total 47,11 juta merchant terdaftar.
“Sementara itu, volume transaksi ritel melalui BI-FAST menyumbang 549 juta transaksi senilai Rp1,346 triliun,” katanya.
Penguatan Ekosistem Digital Melalui Zona QRIS
Oleh karena itu lanjut Aswin Gantina, untuk memaksimalkan potensi tersebut, KPwBI Purwokerto menyelenggarakan rangkaian Pekan QRIS Nusantara 2026 pada 11 sampai 17 Agustus 2026.
Kegiatan ini menghadirkan kompetisi Mini Hackathon yang melibatkan enam finalis dalam babak penyisihan dengan pendampingan akademisi serta praktisi teknologi.
Para finalis turut berkontribusi mengembangkan Zona QRIS untuk memperluas penetrasi pembayaran nontunai di Banyumas Raya.
“Pemetaan wilayah ke dalam kategori Prime, Growth, serta Basic Zone menjadi landasan penyusunan program kerja yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Ke depan tegas Aswin Gantina, KPwBI Purwokerto menggandeng pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi dan, pelaku usaha
Serta komunitas guna memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif.
“Sinergi kuat ini mengarahkan digitalisasi pembayaran agar memberikan dampak nyata bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Aswin Gantina.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News















