Teknologi Bioflok Pacu Produktivitas Perikanan Darat Melalui Efisiensi Pakan

Teknologi Bioflok Pacu Produktivitas Perikanan Darat
Teknologi Bioflok Pacu Produktivitas Perikanan Darat

TABLOIDELEMEN.com – Budidaya ikan sistem bioflok kini menjadi primadona baru bagi peternak ikan karena mampu melipatgandakan hasil panen di lahan terbatas.

Teknologi ini mengandalkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk gumpalan atau floc sebagai pengolah limbah sekaligus sumber pakan alami.

Melalui pendekatan ilmiah ini, pembudidaya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan yang harganya terus melambung.

Proses budidaya bermula dari persiapan air yang sangat teliti dalam kolam bundar berdiameter dua hingga tiga meter.

Peternak mencampurkan bakteri probiotik jenis Bacillus sp., molase sebagai sumber karbon, dan garam krosok ke dalam media air.

Bacaan Lainnya
Promo Cleo 1 Liter

Penambahan aerasi yang kuat menjadi kunci utama untuk menjaga kadar oksigen dan memastikan bakteri pengurai tetap hidup.

Dalam beberapa hari, air akan berubah warna menjadi kecokelatan yang menandakan mikroorganisme telah aktif membentuk gumpalan nutrisi.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada efisiensi pakan yang sangat tinggi. Bakteri dalam kolam bekerja menyerap sisa kotoran ikan dan amonia, lalu mengubahnya menjadi protein sel tunggal yang bisa ikan konsumsi kembali.

Alhasil, nilai Feed Conversion Ratio (FCR) bisa menyentuh angka 0,8 hingga 1,0, yang berarti setiap satu kilogram pakan mampu menghasilkan satu kilogram daging ikan.

Secara ekonomi, efisiensi ini memangkas biaya produksi hingga 20 persen jika masyarakat membandingkannya dengan metode kolam konvensional.

Selain hemat biaya, bioflok memungkinkan padat tebar ikan yang jauh lebih tinggi.

Satu meter kubik air mampu menampung hingga 150 ekor ikan nila.

Tentunya berbanding jauh dengan kolam tanah yang hanya mampu menampung 10 sampai 20 ekor saja.

Masa panen pun menjadi lebih singkat dengan kualitas daging yang lebih padat dan tidak berbau lumpur.

Transisi ke teknologi ini memerlukan ketelitian dalam memantau parameter kualitas air setiap hari.

Jika peternak mampu menjaga keseimbangan nitrogen dan karbon secara konsisten, bioflok menjanjikan keuntungan melimpah serta keberlanjutan lingkungan karena minim membuang air limbah ke alam.

 

 

Pos terkait