TABLOIDELEMEN.com – Kabupaten Purbalingga terus memoles permata tersembunyinya, salah satunya melalui kehadiran Taman Cempulutan di Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol.
Destinasi rekreasi berbasis alam ini menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan.
Wisatawan dari pusat Kabupaten Purbalingga perlu menempuh perjalanan sejauh 28 kilometer menuju arah timur laut untuk mencapai lokasi ini.
Sementara itu, pelancong dari arah Kabupaten Pemalang harus melintasi jalur sepanjang 45 kilometer dengan medan berkelok yang memanjakan mata melalui deretan perbukitan hijau.
Objek wisata ini lahir dari tangan dingin dan kerja keras masyarakat setempat yang memiliki visi besar.
Mereka berhasil menyulap potensi desa menjadi daya tarik pariwisata yang mampu bersaing di level kabupaten.
Lokasi Taman Cempulutan tergolong sangat strategis karena berfungsi sebagai pintu gerbang menuju petualangan yang lebih menantang.
Dari titik ini, para petualang biasanya melanjutkan perjalanan menuju Bukit Siregol yang legendaris dengan julukan “Amazon dari Purbalingga”, atau mengeksplorasi keasrian curug di sekitar Desa Sirau.
Memasuki area taman, pengunjung segera menjumpai berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan keluarga.
Pengelola menyediakan taman bermain yang luas, gazebo untuk melepas penat, hingga aula pertemuan bagi komunitas.
Salah satu magnet utama tempat ini adalah kolam renang anak yang memanfaatkan aliran air alami dari Sungai Singa.
Air pegunungan yang jernih ini memberikan sensasi segar yang autentik karena sama sekali tidak mengandung aroma kaporit yang tajam.
Bagi pencinta aktivitas luar ruangan yang ingin merasakan suasana malam di alam terbuka, pengelola juga menyiapkan area camping ground.
Ketua BUMDes, Musodik, menjelaskan dengan penuh semangat bahwa pihaknya menyediakan fasilitas pendukung termasuk penyewaan tenda bagi para pekempah. Komitmen untuk menghadirkan wisata inklusif tercermin dari harga tiket masuk yang hanya sebesar Rp5.000 saja.
“Harga yang sangat ekonomis ini memastikan semua lapisan masyarakat dapat menikmati keindahan alam tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News
















