TABLOIDELEMEN.com – SMP Negeri 3 Kutasari merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 dengan panggung kreativitas yang megah pada Kamis 15 Januari 2026.
Mengusung tema “Bertumbuh dalam Harmoni, Bergerak melalui Kreasi, Mengukir Prestasi yang Menginspirasi,” acara ini menjadi momentum pembuktian dedikasi seluruh warga sekolah.
Rangkaian acara bermula dengan penampilan memukau para siswa. Samara Queen (7D) melantunkan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka.
Selanjutnya tersaji aksi energik Semaphore serta Toya Dance dari ekstrakurikuler Pramuka. Adisti Aurelia Azahra (7A) turut mencuri perhatian melalui pidato inspiratif dalam bahasa Inggris.
Kepala SMP Negeri 3 Kutasari, Priyanto, menegaskan bahwa usia 21 tahun melambangkan kematangan hasil ikhtiar kolektif.
Ia memotivasi para siswa agar memandang prestasi sebagai buah dari kerja keras, bukan sekadar hasil akhir.
“Keberhasilan lahir dari proses dan komitmen. Jadikan guru serta tenaga kependidikan sebagai teladan dalam membangun karakter dan cita-cita,” tutur Priyanto.
Ia berharap sekolah ini terus tumbuh menjadi lembaga yang harmonis dan memberi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
Pengawas SMP Negeri 3 Kutasari, Eko Supriyanto, memberi apresiasi perayaan ini. Sejalan dengan tema kegiatan yang telah selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengenai Akselerasi Pembangunan Kolaboratif.
“Tentunya, kami berharap SMP Negeri 3 Kutasari terus maju menyongsong peradaban yang modern,” katanya.
Momen haru menyelimuti prosesi pemotongan tumpeng dan pelepasan balon sebagai simbol rasa syukur.
Pihak sekolah juga menyerahkan anugerah Guru Inspiratif 2026 kepada Perdana Oviana Saputro serta penghargaan Tenaga Kependidikan Inspiratif kepada Dahlan.
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, sekolah menyerahkan bibit tanaman kepada komite, pengawas, dan kepala SD mitra.
Kemeriahan mencapai puncaknya saat panggung pentas seni menampilkan Tari Lengger Gunungsari, demo pencak silat Merpati Putih, hingga drama musikal.
Peringatan ini mempertegas posisi SMP Negeri 3 Kutasari dalam menumbuhkan karakter dan kepedulian sosial siswa.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















