Dukung Trigatra Bangun Bahasa
Penggerak literasi sekaligus penggiat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Untung Pujiarto, yang turut mendampingi program ini, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kedaulatan bahasa.
Menurutnya, kedaulatan bahasa Indonesia sudah waktunya untuk benar-benar dijaga.
“Tidak hanya lewat pengajaran, tetapi juga dengan menghadirkan wajah bahasa Indonesia di ruang publik. Sekolah memiliki peran strategis untuk memulainya,” ujarnya.
Untung menuturkan, untuk pembenahan bahasa di sekolahnya ia selalu berkonsultasi dengan Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pembinaan dan Bahasa Hukum Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Seperti, dalam hal penulisan tiga bahasa tersebut harus betul-betul mengikuti aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
Untuk bahasa Indonesia porsi hurufnya harus paling besar dengan warna yang mencolok.
Sedangkan untuk bahasa Jawa porsi hurufnya lebih kecil dengan warna tidak begitu mencolok.
“Bahasa asing porsi hurufnya lebih kecil lagi dan warna agak suram,” katanya.
Untung menambahkan, pembenahan penggunaan bahasa di sekolahnya ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Menurutnya semua biaya memanfaatkan hadiah UKBI. Dukungan dari Balai Bahasa Jawa Tengah menambah semangat SMP Negeri 1 Padamara dalam melaksanakan langkah pembenahan ini.
“Harapannya, gerakan ini tidak hanya berhenti di level sekolah, melainkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia menuturkan, dengan langkah konsisten ini, SMP Negeri 1 Padamara meneguhkan diri sebagai sekolah yang tidak hanya berorientasi pada mutu pendidikan akademis.
Tetapi juga berkomitmen membangun karakter kebangsaan melalui bahasa.
Oleh karena itu, dengan hadirnya Trigatra Bangun Bahasa di sekolah menjadi wujud nyata bahwa bahasa Indonesia tetap menajdi sebagai pilar utama.
“Tentunya dalam membentuk generasi cerdas, berbudaya, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita


















