TABLOIDELEMEN.com – Tim Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 2 Pemalang sukses mengukir prestasi gemilang melalui inovasi teknologi ramah lingkungan.
Tim ini memenangi lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Kabupaten Pemalang berkat alat pembangkit listrik tenaga surya unik yang mereka beri nama Peltase.
Pembina Tim, Imam Khazali, menjelaskan bahwa Peltase merupakan akronim dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Berbasis LED.
“Inovasi ini muncul sebagai solusi konkret bagi masyarakat di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik atau minim sumber pencahayaan,” katanya, Kamis 8 Januari 2026.
Imam menekankan bahwa keberhasilan ini menjadi modal utama tim untuk melaju ke kompetisi serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Proses penciptaan Peltase melibatkan tiga siswa aktif, yakni Heni Zafirotur Rizkiyah kelas XI.5, Hendro Kiswanto (XI.2), dan Nesa Maharani Khumaira (X.1).
Meski awalnya sempat menemui kegagalan saat mencoba tutorial dari internet, tim justru merasa tertantang untuk melakukan modifikasi mandiri.
“Mereka memanfaatkan prinsip semikonduktor dengan menambahkan unsur ketidakmurnian (impurity) guna menghasilkan karakteristik kelistrikan yang optimal,” katanya.
Imam menyebut keunggulan utama Peltase terletak pada efisiensi biaya dan kemudahan perawatan.
Bahan baku alat ini tersedia melimpah di lingkungan sekitar sekolah dengan harga yang sangat terjangkau.
“Kami merancang alat ini agar praktis dan multiguna. Mulai dari membantu kegiatan berkemah, penerangan jalan, hingga menjadi sumber energi cadangan saat keadaan darurat,” tutur mantan Kepala Kamar Mesin Kapal tersebut.
Motivasi besar tim berangkat dari data konsumsi listrik per kapita Indonesia yang terus meningkat, sementara akses energi di pedalaman masih terbatas.
Peltase bekerja dengan menangkap sinar matahari sebagai sumber daya utama, sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya langganan listrik bulanan.
Saat ini, SMA Negeri 2 Pemalang telah mengaplikasikan teknologi tersebut untuk menyuplai kebutuhan listrik di pos satpam sekolah sebagai bukti nyata keberhasilan inovasi siswa.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News
















