TABLOIDELEMEN.com- Udara pagi di Alun-alun Purbalingga, Minggu 18 Januari 2026, terasa berbeda dari biasanya.
Suasana Car Free Day (CFD) yang lazimnya penuh dengan warga berolahraga, mendadak riuh oleh sorak-sorai anak-anak yang mengerumuni dua unit truk pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Kabupaten Purbalingga menyulap kendaraan tempur api tersebut menjadi menara peluncuran wahana flying fox yang memacu adrenalin.
Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, tampak membaur di tengah kerumunan sembari menggandeng kedua buah hatinya, Fatih dan Calisa, serta adiknya, Amira.
Mereka tidak sekadar menonton, namun turut mengantre demi merasakan sensasi meluncur di antara dua mobil merah tersebut.
Bupati Fahmi memandang inovasi ini sebagai magnet baru yang memberikan warna berbeda pada aktivitas akhir pekan warga.
“Ini wahana baru agar anak-anak memiliki aktivitas menantang. Silakan masyarakat yang penasaran mengajak putra-putrinya mencoba,” tuturnya.
“Namun pastikan berat badan mereka tidak melebihi 50 kilogram demi keamanan,” imbuh Fahmi saat memantau keriuhan di lokasi.
Aksi meluncur ini bukan sekadar hiburan semata. Di balik keseruan tersebut, personel Damkar menyelipkan pesan edukasi keselamatan yang krusial.
Sambil memasangkan alat pengaman pada tubuh mungil para peserta, petugas menjelaskan tata cara memadamkan api secara benar.
Harapannya, pengetahuan dasar ini mencegah kepanikan warga jika kelak menghadapi kebakaran skala kecil di lingkungan rumah tangga.
Keyra, seorang siswa kelas 1 SD, menjadi salah satu bocah yang berhasil menaklukkan rasa takutnya.
Meski awalnya ia tampak meremas tangan karena gugup, senyum lebar langsung mengembang begitu kakinya kembali menyentuh tanah.
Wajah cerianya menunjukkan kepuasan setelah meluncur melintasi aspal alun-alun dari ketinggian.
Inovasi taktis ini mengubah persepsi masyarakat terhadap profesi pemadam kebakaran.
Melalui pendekatan gaya hidup dan hiburan keluarga, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berhasil mengemas materi keselamatan yang kaku menjadi pengalaman tak terlupakan bagi generasi muda.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis















