Satu-Satunya di Purbalingga, MI Ma’arif NU 02 Cipawon Jalani Akreditasi Ulang

MI Ma'arif NU 02 Cipawon Jalani Akreditasi Ulang
MI Ma'arif NU 02 Cipawon Jalani Akreditasi Ulang

TABLOIDELEMEN.com – Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 02 Cipawon, Kecamatan Bukateja, menjadi satu-satunya madrasah di Kabupaten Purbalingga yang menjalani akreditasi ulang pada tahun ini.

Penilaian oleh asesor berlangsung selama dua hari pada Senin sampai Selasa, tanggal 3 hingga 4 Agustus 2026.

Serangkaian persiapan telah dimulai sejak sebulan sebelumnya, meliputi penataan kantin, penyediaan sarana cuci tangan, serta pembersihan lingkungan sekolah.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Purbalingga, Thoriq Jahidin, bersama Sekretaris, Hidayat Sibyan, memantau langsung tahap akhir persiapan tersebut pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026.

Guru madrasah setempat, Siti Barokah, bersama Kepala Madrasah, Sri Hidayati, menjelaskan bahwa persiapan tersebut bermula dari temuan sistem Sispena-PDM pada akhir Juni lalu yang menunjukkan nilai C.

Bacaan Lainnya
81 Tahun RI

Padahal, hasil akreditasi sejak tahun 2013 sebenarnya B, tetapi kendala pada sistem mewajibkan lembaga ini menempuh proses ulang tanpa perpanjangan otomatis.

“Target kami mudah-mudahan memperoleh akreditasi A,” harap Siti.

Tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan visitasi.

Yakni dengan menilai empat belas butir komponen beserta enam puluh tiga indikator. Aspek penilaian mencakup kompetensi pengajar, manajerial pimpinan, peran komite, serta hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Purbalingga, Wisnu Sudarman, menegaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai sarana evaluasi mutu layanan.

Menurutnya, akreditasi bukan sekadar mencari nilai, namun menjadi momentum evaluasi dan mitigasi sistem pelayanan madrasah agar kualitas pendidikan terus berkembang.

“Seluruh rangkaian penilaian terlaksana tanpa mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar, karena peserta didik tetap hadir seperti hari biasa,” katanya.

Pos terkait

Milo