TABLOIDELEMEN.com – Deru mesin mobil patroli Satlantas Polres Purbalingga memecah kesunyian Desa Metenggeng, Senin 19 Januari 2026 pagi itu.
Di depan sebuah rumah sederhana, Muhammad Kenzie Maulidan, bocah mungil berusia dua tahun, terpaku dengan mata berbinar.
Meski tubuhnya tengah berjuang melawan rasa sakit, senyum lebar seketika merekah saat kendaraan bercorak biru-merah itu berhenti tepat di hadapannya.
Momen istimewa ini bermula dari sebuah pesan singkat penuh harap yang Evi, ibunda Kenzie, kirimkan melalui layanan WhatsApp Satlantas.
Evi menuliskan keinginan sederhana sang buah hati: ingin merasakan duduk di dalam mobil polisi sebelum menjalani tindakan medis di rumah sakit.
Tanpa menyangka, anggota Satlantas merespons cepat permintaan tersebut sebagai bentuk empati mendalam bagi warganya yang sedang tertimpa musibah.
Petugas kepolisian menjemput Kenzie layaknya tamu kehormatan.
Suasana haru menyelimuti keberangkatan mereka saat Kenzie menaiki kabin mobil yang selama ini hanya ia lihat dari jauh.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, tangan kecilnya sesekali menyentuh dasbor, seolah memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi.
Polisi tidak hanya memberikan tumpangan, namun juga menyalurkan energi positif dan dukungan moral agar Kenzie kuat menghadapi prosedur medis yang menanti.
“Anak kami memang sangat mengagumi mobil polisi. Kami sangat terharu karena keinginan lamanya terkabul sekarang,” ungkap Evi dengan suara bergetar pada Rabu, 21 Januari 2026.
Plt Kasihumas Polres Purbalingga, Iptu Dwi Arto, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi nyata dari jargon polisi sebagai sahabat masyarakat.
Melalui tindakan humanis tersebut, kepolisian berupaya menghadirkan kebahagiaan kecil yang mampu meringankan beban psikologis pasien anak.
“Langkah sederhana ini membuktikan bahwa pelayanan publik tidak melulu soal administrasi, melainkan juga tentang menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















