TABLOIDELEMEN.com – Sabda pandhita ratu tan kena wola wali menjadi salah satu filosofi masyarakat Jawa yang mengajarkan keteguhan dalam memegang ucapan.
Ungkapan ini menekankan pentingnya keselarasan antara perkataan dan tindakan.
Terutama bagi seseorang yang memegang tanggung jawab terhadap orang lain.
Dalam pemahaman masyarakat Jawa, perkataan bukan sekadar rangkaian kata.
Ucapan membawa tanggung jawab moral karena orang lain dapat menjadikannya sebagai pegangan.
Oleh sebab itu, seseorang perlu berpikir matang sebelum menyampaikan janji, keputusan, atau pernyataan.
Makna Sabda Pandhita Ratu Tan Kena Wola Wali
Secara makna, sabda pandhita ratu tan kena wola wali mengandung pesan bahwa ucapan seorang pendeta atau raja tidak boleh berubah-ubah.
Nilai tersebut kemudian berkembang sebagai prinsip bawalaksana, yakni sikap menepati apa yang telah seseorang katakan.
Filosofi Jawa ini menempatkan konsistensi sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Seseorang yang mampu menyelaraskan ucapan dengan tindakan menunjukkan tanggung jawab terhadap perkataannya.
Nilai tersebut tidak hanya berlaku bagi pemimpin.
Setiap orang dapat menerapkannya dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, pertemanan, maupun lingkungan masyarakat.
Nilai Filosofi Jawa dalam Kehidupan
Sabda pandhita ratu mengajarkan seseorang agar tidak mudah mengucapkan janji.
Sebelum berbicara, pertimbangkan kemampuan untuk memenuhi ucapan tersebut. Sikap ini mendorong kehati-hatian sekaligus tanggung jawab.
Dalam kehidupan keluarga, misalnya, orang tua dapat memberi contoh melalui janji sederhana yang mereka tepati.
Anak pun belajar bahwa perkataan memiliki konsekuensi dan perlu selaras dengan tindakan.
Pada lingkungan kerja, prinsip serupa dapat membangun kepercayaan antarrekan.
Ketika seseorang konsisten menjalankan komitmennya, hubungan profesional dapat tumbuh dengan lebih sehat.
Sabda Pandhita Ratu sebagai Pitutur Masa Kini
Perubahan zaman tidak menghilangkan nilai yang terkandung dalam filosofi Jawa tersebut.
Justru, perkembangan komunikasi digital membuat masyarakat semakin perlu menjaga ucapan.
Pesan singkat, komentar, dan unggahan dapat tersebar luas dalam waktu singkat.
Karena itu, kebiasaan berpikir sebelum berbicara atau menulis menjadi bentuk penerapan nilai bawalaksana pada masa kini.
Namun, konsistensi bukan berarti seseorang tidak boleh memperbaiki keputusan.
Perubahan dapat muncul ketika terdapat alasan yang kuat, informasi baru, atau pertimbangan yang lebih tepat.
Yang utama ialah menyampaikan alasan secara jujur dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, sabda pandhita ratu tan kena wola wali mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesatuan antara kata dan laku.
Keteguhan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang harmonis.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















