TABLOIDELEMEN.com – RSUD Banyumas memperkokoh fasilitas bagi penderita Thalassemia guna menjamin kelangsungan hidup ratusan pasien setiap bulan.
Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, menjelaskan bahwa rumah sakit melayani sekitar 600 pasien secara rutin.
Separuh pasien berasal dari wilayah Banyumas, sementara sisanya datang dari berbagai kabupaten tetangga.
Mengingat tingginya ketergantungan terhadap transfusi, pihak rumah sakit menjadikan ketersediaan stok darah sebagai prioritas pelayanan utama.
“Rata-rata satu pasien membutuhkan 2 sampai 3 kantong darah,” kata dr. Widyana.
Selain fokus pada aspek medis, RSUD Banyumas menghadirkan inovasi berupa sarana literasi di ruang perawatan.
Melalui kolaborasi bersama ARPUSDA Banyumas, kini tersedia perpustakaan mini serta akses literasi digital bagi para pasien.
“Kami sediakan sarana perpustakaan agar pasien tetap bisa membaca dan mengakses literasi digital selama menjalani perawatan,” ungkap dr. Widya.
Pihak manajemen juga baru saja meresmikan ruang Instalasi Maternal Perinatal tahap kedua pada lantai dua.
Fasilitas ini khusus melayani bayi baru lahir yang memerlukan penanganan intensif.
Rumah sakit yang berdiri sejak 30 April 1925 dengan nama awal Juliana Burgerziekenhuis tersebut terus bertransformasi.
Saat ini, RSUD Banyumas menyandang status sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian barat.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News







![[Infografis] Cegah Thalassemia dengan Skrining Sebelum Menikah [Infografis] Cegah Thalassemia dengan Skrining Sebelum Menikah](https://tabloidelemen.com/wp-content/uploads/2022/12/Thalasemia-300x200.jpg)




