Retreat Purbalingga, Bupati Fahmi : Pejabat Harus All Out

Bupati Purbalingga Fahmi Muhamad Hanif secara resmi membuka penyelenggaraan Retreat Purbalingga di Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Jumat 14 Maret 2025.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhamad Hanif secara resmi membuka penyelenggaraan Retreat Purbalingga di Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Jumat 14 Maret 2025.

TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif secara resmi membuka penyelenggaraan Retreat Purbalingga di Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Jumat 14 Maret 2025.

Sebanyak 79 orang pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga terdiri pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator serta para Direktur BUMD mengikuti acara yang mengadopsi konsep Retreat Magelang,

Tujuan utama dari retret yang akan berlangsung 3 hari mulai tanggal 14 sampai 16 Maret 2025 ini adalah menyatukan visi dan misi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) demi kemajuan daerah.

Bacaan Lainnya
 Publikasi

“Ke depan, pemerintah ini punya goals yang besar. Saya ingin Purbalingga menjadi kabupaten percontohan nasional dalam lima tahun ke depan,” kata Bupati Fahmi dalam sambutannya.

Sementara itu, untuk mencapai tujuan besar tersebut, ia menekankan pentingnya dedikasi penuh dari seluruh peserta retreat.

“Retreat ini adalah starting point. Saya minta kepada bapak ibu semua untuk all out, harus maksimal. Tidak boleh ada satu hari pun yang tidak maksimal untuk membangun masyarakat Purbalingga.,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebagai output dari kegiatan ini, seluruh peserta wajib membuat presentasi mengenai permasalahan yang ada di masing-masing dinas atau instansi.

Kemudian,  para peserta harus mencari solusi konkret, merancang konsep kerja.

Serta menetapkan langkah-langkah strategis untuk implementasi kebijakan yang lebih efektif.

“Saya ingin pemerintahan Purbalingga ke depan menjadi pemerintahan yang solutif,” tambahnya.

Sedangkan untuk memastikan setiap upaya maksimal, Bupati Fahmi juga menegaskan akan menerapkan sistem reward and punishment bagi para ASN.

“Kita akan evaluasi kinerja bapak ibu, siapa yang berkinerja baik dan siapa yang underperform. Semua harus profesional dan berorientasi pada output,” katanya.

Oleh karena itu, dengan adanya retreat ini, harapannya sinergi antarlembaga di Kabupaten Purbalingga semakin kuat.

“Sehingga pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal,”  tegasnya.

 

 

Pos terkait

 Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *