TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga secara resmi menghidupkan suasana religius melalui gelaran Ramadan Light Festival 2026.
Ratusan lampion artistik kini mempercantik wajah ruas jalan protokol dan kawasan pusat kota guna menyambut datangnya bulan suci.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, membuka langsung perhelatan yang terpusat di Alun-alun Purbalingga ini pada Kamis 19 Februari 2026 petang.
Menurutnya pelaksanaan Ramadan Light Festival 2026 mencerminkan kolaborasi apik antar-stakeholder.
Banyak elemen masyarakat hingga instansi pemerintah mengambil peran dalam festival lampion terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Purbalingga tersebut.
“Semangat gotong royong ini menjadi landasan utama suksesnya acara yang mengubah estetika kota menjadi lebih religius dan menawan,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Sadono, merinci bahwa festival ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni peserta lomba dan partisipan umum.
Penempatan dekorasi cahaya ini menyasar titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas warga.
“Lokasi Ramadan Light Festival 2026 ada di Alun-alun, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Piere Tendean, dan Jalan MT Haryono,” tutur Sadono.
Cahaya Lampion Hiasi Purbalingga Selama Ramadan
Pihak panitia mencatat sebanyak 99 peserta telah terdaftar dalam kategori lomba, sementara kategori partisipan menembus angka lebih dari 200 peserta.
Angka ini kemungkinan besar masih akan terus merangkak naik seiring antusiasme publik yang tinggi.
“Sejumlah partisipan sudah menginformasikan kepada kami, lampionnya masih dalam proses pembuatan. Jadi jumlah yang berpartisipasi akan bertambah,” tambah Sadono
Agenda kali kedua ini akan mewarnai malam-malam Purbalingga mulai 19 Februari 2026 hingga 28 Maret 2026 mendatang.
Masyarakat dapat menikmati keindahan cahaya lampion ini dalam durasi yang cukup panjang, yakni selama 38 hari.
“Ramadan Light Festival 2026 akan berlangsung hingga satu pekan setelah Lebaran,” kata Sadono
Ia menjelaskan, selain bertujuan memperindah tata kota menjelang Ramadan, Pemkab Purbalingga menyiapkan festival ini sebagai instrumen penyambutan bagi para pemudik Lebaran.
Keberadaan ribuan cahaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan daya tarik wisata daerah
“Sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan ke pusat kabupaten,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















