TABLOIDELEMEN.com – Gangguan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) terus menghantui masyarakat modern akibat pola makan yang tidak teratur dan tingkat stres tinggi.
Kondisi ini memicu sensasi terbakar pada dada serta rasa pahit di pangkal tenggorokan yang sangat mengganggu aktivitas harian.
Guna mengatasi masalah tersebut, banyak orang kini beralih pada metode tradisional yang memanfaatkan bahan-bahan alami dari dapur sendiri sebagai solusi pertolongan pertama.
Jahe merah menempati posisi teratas sebagai tanaman herbal paling efektif untuk menenangkan lambung.
Kandungan senyawa gingerol dan shogaol dalam jahe bekerja aktif meredam peradangan pada dinding lambung sekaligus memberikan efek hangat yang merilekskan otot kerongkongan.
Anda cukup menyeduh irisan jahe segar dengan air hangat tanpa tambahan gula pasir guna mencegah kenaikan gas dalam perut yang memperparah keadaan.
Selaras dengan penggunaan jahe, air rebusan pati garut juga menjadi andalan para praktisi pengobatan herbal untuk melapisi lambung yang terluka.
Tekstur halus dari umbi garut membantu menetralkan tingkat keasaman (pH) dalam perut secara instan.
Proses ini meminimalkan risiko iritasi lebih lanjut saat lambung memproduksi asam secara berlebihan, terutama pada pagi hari atau sebelum jam makan tiba.
Selain mengonsumsi racikan herbal, perubahan posisi tubuh memegang peranan vital dalam proses penyembuhan secara mandiri.
Mengangkat posisi kepala lebih tinggi saat berbaring menggunakan bantal tambahan terbukti ampuh mencegah cairan lambung mengalir balik menuju kerongkongan.
Langkah sederhana ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk menjaga posisi makanan tetap berada pada area pencernaan bagian bawah.
Menerapkan kebiasaan mengunyah makanan secara perlahan hingga halus juga membantu meringankan beban kerja organ pencernaan.
Dengan memastikan tekstur makanan sudah lembut sebelum tertelan, lambung tidak perlu mengeluarkan asam dalam jumlah masif untuk menghancurkan partikel padat.
Kombinasi antara nutrisi alami dan disiplin pola hidup ini menawarkan jalan keluar yang aman tanpa ketergantungan pada zat kimia jangka panjang.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News








