Puskesmas Kejobong Gelar Pelatihan Deteksi Dini Kesehatan Mata untuk Kader Posyandu

UPTD Puskesmas Kejobong menggelar pelatihan kesehatan mata bagi kader posyandu guna meningkatkan deteksi dini gangguan penglihatan masyarakat secara optimal.
UPTD Puskesmas Kejobong menggelar pelatihan kesehatan mata bagi kader posyandu guna meningkatkan deteksi dini gangguan penglihatan masyarakat secara optimal.

TABLOIDELEMEN.COM – UPTD Puskesmas Kejobong menyelenggarakan pelatihan khusus bagi kader posyandu untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini kesehatan mata masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Kejobong, Waryanto menerangkan, kegiatan tersebut mengintegrasikan pelaksanaan Program I-SEE atau Inclusive System for Effective Eye Care.

Program kolaborasi strategis ini memperkuat sistem pelayanan kesehatan mata secara inklusif, efektif, serta berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Bacaan Lainnya

Gangguan penglihatan seperti katarak, glaukoma, sampai retinopati diabetik sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal.

“Sebagian warga kerap menunda pemeriksaan karena menganggap pandangan kabur sebagai proses penuaan normal,” katanya di Puskesmas Kejobong, Senin 26 Oktober 2026.

Waryanto menegaskan bahwa deteksi dini melalui fasilitas kesehatan primer mampu mencegah risiko kebutaan secara signifikan.

Setiap individu perlu memahami bahwa gaya hidup sehat menyumbang pengaruh besar terhadap fungsi penglihatan jangka panjang.

Pola makan bergizi seimbang menyuplai nutrisi esensial bagi jaringan organ penglihatan setiap hari.

Konsumsi sayuran hijau, buah segar, serta ikan kaya omega-3 membantu melindungi sel retina dari kerusakan oksidatif berbahaya.

Tekanan darah tinggi dan diabetes terbukti mempercepat kerusakan pembuluh darah pada area mata manusia.

“Masyarakat wajib mengontrol kadar gula darah serta tekanan darah secara rutin guna menghindari komplikasi mikrovaskular serius,” katanya.

Deteksi Dini Kesehatan Mata

Ia berharap, mastarakat dapat menghentikan kebiasaan merokok guna menurunkan kerentanan terhadap penurunan ketajaman visus mata.

Pekerja sektor lapangan maupun pabrik wajib mengenakan alat pelindung mata untuk menghindari risiko cedera akibat benturan atau paparan bahan kimia berbahaya.

“Penggunaan gawai dalam durasi panjang juga haris ada pembatasan ketat demi kesehatan mata optimal,” katanya.

Waryanto berharap para kader mampu menyebarluaskan pengetahuan penting ini kepada seluruh warga desa secara aktif.

Edukasi langsung dari kader posyandu menciptakan kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan indra penglihatan sejak dini.

Puskesmas terus menggalakkan program preventif guna menekan angka gangguan penglihatan di tingkat akar rumput.

“Peran aktif kader kesehatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan edukasi serta rujukan dini bagi warga yang membutuhkan penanganan medis,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Pos terkait