Program Pasti Sekolah Sasar Target Nol Anak Putus Sekolah di Banyumas

Program Pasti Sekolah menjadi pilar Trilas Bupati Banyumas Sudewo.
Program Pasti Sekolah menjadi pilar Trilas Bupati Banyumas Sudewo.

TABLOIDELEMEN.com – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Amrin Ma’ruf , menegaskan peran utama program ‘Pasti Sekolah’ sebagai pilar Trilas Bupati.

Gerakan tersebut menuntut kolaborasi kolektif guna menjamin hak belajar setiap anak.

“Program ini bukan hanya tanggung jawab Lembaga Pendidikan, tetapi juga seluruh komponen, mulai forkopimda, forkopincam hingga para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Amrin, Selasa 5 Mei 2026.

Fokus utama inisiatif tersebut menyasar pemerataan layanan melalui kemitraan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Lembaga Pendidikan berupaya memastikan seluruh anak Banyumas mengantongi ijazah.

Bacaan Lainnya
Milo

Sebagai contoh, pihak instansi menghimpun data ratusan anak pada Watuagung agar kembali mengenyam sekolah melalui bantuan sosial.

“Program ini fokus pada pemerataan akses sekolah pada Kabupaten Banyumas,” tambahnya.

Guna mencapai target, Amrin mengajak masyarakat serta relawan menemani anak-anak kembali belajar.

Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menyesuaikan kondisi wilayah melalui jalur formal maupun nonformal.

Amrin berharap pemanfaatan sekolah non-formal menjadi garda terdepan pengentasan masalah tersebut.

Melalui PKBM, fokus tertuju pada peningkatan keterampilan hidup bagi anak-anak.

“Kami telah melaksanakan berbagai upaya penanganan secara intensif melalui koordinasi lintas sector. Mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa,” ungkapnya.

Sinergi tersebut bertujuan mewujudkan target nol ATS secara inklusif.

Amrin optimis bahwa partisipasi aktif semua pihak akan mempercepat pencapaian visi besar tersebut bagi masa depan generasi muda.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten menyediakan bus sekolah gratis.

Fasilitas tersebut melayani para siswa serta guru sehingga mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

“Program bus sekolah ini sangat penting terutama bagi siswa-siswa yang tinggal pada wilayah perbatasan atau daerah terpencil yang sulit terjangkau oleh transportasi umum reguler,” katanya.

 

 

 

 

Pos terkait

Milo