TABLOIDELEMEN.com – Anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Ranting (Kwarran) Kertanegara memadati jalanan melaksanakan aksi sosial berbagi takjil pada Sabtu 14 Maret 2026.
Kegiatan kolaborasi ini juga melibatkan 32 pangkalan, Andalan Kwarran dan Mabiran berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan 1447 H ini menyasar masyarakat umum sebagai perwujudan semangat pengabdian dan solidaritas kemanusiaan.
Seluruh jajaran pengurus Pramuka Peduli Kwarran Kertanegara bersama Dewan Kerja Ranting (DKR) bahu-membahu menyalurkan ribuan paket kudapan berbuka puasa.
Kehadiran para pandu muda ini menciptakan atmosfer positif dan kebersamaan yang kental di lingkungan masyarakat Kertanegara.
Ketua Kwartir Ranting Kertanegara, Ajin Udi Prianji, menekankan bahwa agenda ini memiliki esensi yang lebih dalam daripada sekadar rutinitas tahunan.
Ia menginginkan setiap anggota mampu memetik pelajaran berharga mengenai arti empati dan ketulusan dalam membantu sesama.
“Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan anggota pramuka,”katanya, Minggu 15 Maret 2026.
Dengan berbagi, kita belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya didapat dari menerima, tetapi juga dari memberi dan membantu orang lain,” tutur Ajin Udi Prianji.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pramuka Peduli Kwarran Kertanegara, Wakhidi, memandang aksi ini sebagai sarana efektif untuk mengasah kepekaan sosial generasi muda.
Pramuli Kwarran Kertanegara berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga sekitar.
“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud nyata kepedulian Pramuka kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan semangat berbagi di bulan Ramadhan,” kata Wakhidi dengan penuh optimisme.
Melalui langkah konsisten ini, Gerakan Pramuka Kertanegara berharap hubungan emosional antara anggota pramuka dan masyarakat semakin erat.
Fokus utama ke depan mencakup keberlanjutan program sosial yang melibatkan lebih banyak pihak agar nilai-nilai dasar kepramukaan tetap tumbuh subur dalam kehidupan bermasyarakat.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















