Akses Konten Edukatif Dan Penguatan Budaya Literasi Banyumas
Setiap Tugu Baca memuat ribuan koleksi buku digital serta menyajikan beragam konten edukatif interaktif.
“Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut tidak hanya untuk membaca. Tetapi juga mendapatkan berbagai informasi dan materi pembelajaran,” kata Agus Anggraito.
Terobosan ini membuktikan keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam memperluas jangkauan layanan perpustakaan publik.
Agus Anggraito mendorong gerakan gemar membaca, menulis, serta mengunjungi perpustakaan digital menjadi gaya hidup anak muda.
Budaya literasi yang kokoh membentuk pola pikir masyarakat agar lebih kritis menyaring arus informasi harian.
“Sekaligus memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang bermanfaat,” pungkasnya.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News














