Pemkab Banjarnegara Perkuat Pertahanan Siber dari Jutaan Serangan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara, Sagiyo
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara, Sagiyo

TABLOIDELEMEN.com – Intensitas serangan siber yang menyasar sistem pemerintahan memicu Pemerintah Kabupaten Banjarnegara meningkatkan sistem keamanan secara masif.

Langkah ini muncul sebagai respons atas kondisi keamanan digital yang mengkhawatirkan belakangan ini.

Pemantauan sejak awal Januari hingga pertengahan April 2026 menunjukkan angka fantastis.

Tercatat lebih dari 36 juta percobaan serangan mengepung situs milik Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Selain itu, jutaan anomali kategori menengah dan rendah turut menuntut kewaspadaan ekstra serta pemantauan berkelanjutan guna deteksi dini yang efektif.

Bacaan Lainnya
Milo

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Sagiyo, menjelaskan rincian ancaman tersebut secara mendalam.

Terdapat 15 percobaan serangan kategori critical severity yang mengancam keberlangsungan sistem secara vital.

Selain itu, 7.941 serangan kategori high severity membawa risiko besar terhadap keamanan informasi daerah.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah segera mengeksekusi kebijakan taktis.

“Kami sudah mengambil langkah strategis dengan melakukan bimbingan teknis bagi tim Banjarnegarakab-Computer Security Incident Response Team (CSIRT),” tegas Sagiyo,” Sabtu 24 April 2026.

Kolaborasi Strategis Amankan Data

Agenda pada Rabu, 22 April 2026, di Aula Abdi Praja Sekretariat Daerah ini melibatkan puluhan personel tim siber dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Narasumber asal Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yakni Rizki Barokah dan Rizal Damar Sasangka, memandu langsung jalannya pelatihan teknis tersebut.

“Pemkab Banjarnegara telah menjalin kerja sama dengan BSSN melalui berbagai layanan, mulai dari pemanfaatan tanda tangan elektronik, asistensi penanganan insiden, hingga penilaian keamanan IT,” ungkap Sagiyo.

Pihaknya menaruh harapan besar pada hasil bimbingan teknis bagi para aparatur ini.

Koordinasi antar pengelola TI tingkat OPD harus semakin solid agar respons terhadap serangan berlangsung cepat dan tepat.

Sagiyo menekankan pentingnya kemandirian tim dalam menjaga marwah data publik.

“Ini untuk mewujudkan tata kelola keamanan informasi yang berkelanjutan dengan membekali para peserta keterampilan teknis dalam mendeteksi serta merespons insiden secara mandiri,” pungkasnya.

Pos terkait

Milo