TABLOIDELEMEN.com – PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga mengukuhkan kepengurusan 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) periode 2025-2030 melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Gedung Indragiri Owabong, Minggu 24 Mei 2026
Forum ini menetapkan sejumlah nama sebagai nakhoda baru tingkat kecamatan.
Para pemimpin baru tersebut meliputi Dewi Wijayanti (Purbalingga), Galih Satya Dharma (Kemangkon), dan Andika Wisnu Moyo (Bukateja).
Lalu, Erni Widyawati (Karangreja), Edi Sugino (Karangjambu), Agus Priyanto (Bobotsari), dan Uswatun Khasnah (Mrebet).
Selanjutnya, Nurani Diah Permatasari (Padamara), Bhakti Nandang Dwi Asmoro (Kutasari), Abdul Majid (Bojongsari), dan Sriyono (Kalimanah).
Katno memimpin PAC Kertanegara, Waryono (Karanganyar), Khalim (Karangmoncol), dan Wuriyati (Rembang).
Kemudian, Bayu Widyatama (Kejobong), Wasito Wahyu Yono (Pengadegan), serta Slamet (Kaligondang).
Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga, HR Bambang Irawan, menjelaskan bahwa penetapan ini melewati proses seleksi ketat.
Dari 203 kader yang mendaftar, hanya 88 peserta yang lolos tes tertulis dan daring.
“Ini merupakan program partai yang luar biasa. Kita harus adaptif dengan perkembangan zaman dalam memilih dan menyiapkan pemimpin-pemimpin hebat di wilayah,” kata Bambang Irawan.
Setiap kepengurusan PAC kini berisi 11 orang, dengan syarat minimal 30 persen keterwakilan perempuan, serta tiga kader milenial atau Gen Z.
Sisa posisi menjadi porsi senior partai maupun relawan.
“Apapun hasilnya, ini adalah keputusan terbaik partai untuk kemajuan PDI Perjuangan di Kabupaten Purbalingga,” tegasnya.
Langkah penyegaran ini mengacu pada rekam jejak positif partai. Sejak era reformasi hingga Pemilu 2024, PDIP Purbalingga konsisten mempertahankan kemenangan.
“Bahkan kita berhasil meningkatkan perolehan kursi DPRD Purbalingga dari 10 menjadi 14 kursi,” ucapnya.
Menurut Bambang Irawan, seluruh kader dari tingkat kecamatan hingga ranting andil besar dalam menjaga basis suara.
Mengingat dinamika politik masa depan yang kian menantang, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan internal secara kokoh.
“Kami meminta seluruh kader tetap menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita













