TABLOIDELEMEN.com – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Gedung Indragiri Owabong pada Minggu 24 Mei 2026 menjadi momen penting bagi PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga.
Dalam forum tersebut, partai berlambang banteng ini meresmikan kepengurusan 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) periode 2025-2030 secara bersamaan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga, HR Bambang Irawan, menilai momentum tersebut sebagai tonggak baru bagi perpolitikan lokal.
“Musancab kali ini menjadi sejarah baru karena seluruh PAC dari 18 kecamatan berkumpul Bersama dalam satu forum secara bersamaan,” kata Bambang Irawan.
Ia menambahkan bahwa sejak era reformasi hingga Pemilu 2024, PDI Perjuangan di Purbalingga selalu memenangi kontestasi politik.
Bahkan mampu menambah raihan kursi DPRD dari 10 menjadi 14 kursi.
Keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras para kader dari tingkat kecamatan hingga desa yang terus mengawal suara partai.
Untuk mempersiapkan menghadapi tantangan ke depan, Bambang Irawan berpesan agar seluruh elemen partai memperkuat kebersamaan.
“Kami meminta seluruh kader tetap menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong,” katanya.
Perwakilan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Taufik Nurhidayat, memberikan apresiasi atas pencapaian gemilang DPC Purbalingga.
Menurutnya, penambahan kursi legislatif merupakan modal berharga menjelang Pemilu 2029.
“Reorganisasi ini harus menjadi bahan koreksi internal agar ke depan kita bisa meraih kemenangan yang lebih spektakuler pada 2029,” tegas Taufik Nurhidayat.
Taufik juga mengingatkan para kader untuk tetap membumi dan memegang teguh filosofi Jawa dari para senior partai.
Aja rumangsa bisa, tapi sing bisa rumangsa; aja rumangsa pinter, tapi sing pinter rumangsa; aja rumangsa sugih, tapi sing sugih rumangsa
“Pesan tersebut harus benar-benar kita terapkan dalam kehidupan berorganisasi,” katanya
Melalui penyegaran struktur ini, Taufik berharap kerja sama yang setara dan asas gotong royong tetap berjalan kuat.
Ia meyakini kekompakan tersebut akan membawa hasil positif pada masa mendatang.
“Dengan semangat demokratis dan kebersamaan yang sudah ditunjukkan selama ini, saya yakin Purbalingga akan semakin top ke depannya,” pungkasnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita













