TABLOIDELEMEN.com – Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Toya Sae, RT 02 RW 05 Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, menjalankan budidaya Ikan Lele.
Kelompok ini mengelola tiga kolam, yaitu satu kolam tanah dan dua kolam terpal yangmenampung 7.000 ekor bibit Ikan Lele dengan ukuran panjang 7–9 cm.
Ketua Pokdakan Toya Sae, Ardhian Subakda, menjelaskan keunggulan jenis-jenis kolam yang mereka gunakan.
Kolam terpal, terbuat dari terpal plastik, terbilang fleksibel dan proses pemasangannya mudah.
Jenis kolam ini cukup populer, terutama untuk pembudidaya Ikan Lele skala kecil hingga menengah.
Kolam terpal menawarkan biaya yang relatif rendah dan sifatnya yang fleksibel.
“Kami dapat memindahkan atau membongkar kolam ini dengan cepat dan mudah. Selain itu, kolam terpal cocok untuk berbagai Ikan Lele dan ikan air tawar lainnya,” katanya, Minggu 23 November 2025.
Sedangkan kmenurutnya, kolam tanah punya beberapa keunggulan signifikan. Biaya pembuatan kolam tanah terhitung relatif murah.
“Cara pembuatannya pun sangat sederhana, cukup membuat cekungan pada tanah kemudian meratakan bagian dasar dan dindingnya,”.
Kondisi alami kolam tanah membantu mengatur kadar pH dan suhu air.
“Jadi, kami hampir tidak perlu melakukan kontrol khusus, hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja,” katanya.
Selain itu, lingkungan kolam yang alami juga membuat pengayaan pakan alami berupa plankton dan hewan renik menjadi lebih optimal.
“Hasilnya, daya hidup Ikan Lele juga jadi lebih tinggi,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















